Jangan Lenyapkan Karaktermu

Dalam dunia “perkatakan”, sebuah komunitas katak beramai-ramai melompat diantara rumput dan dedaunan. Saat itu hujan datang. Serbuan air hujan jatuh dan menusuk kulit katak-katak. Semakin kegiranang katak itu. Katak-katak yang sedang berkejaran itu, ada dua katak yang mengalami nasib yang sial. Keduanya jatuh ke lubang yang dalam, yang secara nalar tidak mungkin katak itu dapat naik lagi. Sementara katak lainnya menaruh rasa kasihan.

Mereka menyeru kepada kedua katak yang terjerembab kedalam lubang itu, untuk pasrah saja. Kematian segera akan menjemput. Sampai hari ini kalian berdua cukup untuk bersenang-senang dalam hidupnya. Mereka beralasan, bahwa sebesar apapun usaha yang dilakukan akan sia-sia, tidak akan mampu menyelamatkannya.

Kedua katak tidak mendengar seruan teman-temannya, mereka terus melompat-lompat dan menggapai-gapai ujung tanah agar selamat. Kedua katak itu terus berusaha melepaskan diri dari kubangan yang mematikan. Sementara teman-teman yang ada di atas, terus menyeru agar mereka menghentikan usahanya untuk menyelamatkan diri dan menerima nasib. Akhirnya salah satu dari kedua katak itu menyerah dengan keadaan yang ada dan mati dalam kebisuan.

Akan tetapi, katak yang satunya lagi pantang menyerah. Ia terus melompat dan melompat. Sementara teman-teman yang ada di atas tetap menyeru agar menyerah saja. Menerima kematian dengan tenang. Namun katak yang di bawah tetap terus berusaha, dan tidak menghiraukan saran temannya. Akhirnya, ia sampai juga ke pinggir lubang dan selamat. Ia berhasil meraih kebebasan, setelah semua katak menyangka bahwa dirinya tinggal menjemput kematian.

Katak yang di atas memandang dengan penuh ketakjuban. Mereka semua mengerumuni temannya yang baru saja selamat dari lubang kematian. Mereka bertanya, Bagaimana kamu dapat naik ke atas? Bagaimana kamu tidak putus asa, padahal kami semua melihat dengan penuh pesimis, harapan yang putus asa?

Kemudian, katak yang selamat itu menceriterakan kepada teman-temannya dengan nada yang ringan, bahwa dirinya memiliki gangguan pendengaran. Jadi, apa yang kalian teriakkan, sungguh saya tidak mendengar. Bahkan, sebaliknya ia mengira bahwa seruan dan teriakan dari kalian adalah sebuah support terus menerus agar saya tidak putus asa.

Khotimah

Meskipun lisan adalah anggota tubuh yang kecil, namun dapat menghancurkan itikad yang kuat. Ia juga dapat mematikan impian, dan menciutkan keahlian serta kemampuan. Bila ada orang yang memiliki keahlian, tapi tidak ada yang mendorong, mensupport, bakat hanya terkubur.

Sumber bacaan: Ide Kecil untuk Perubahan Besar oleh Karim Asy Syadzily

 

 

Posting Komentar untuk "Jangan Lenyapkan Karaktermu"