Ubudiah,
Hurriyah, dan Futuwwah adalah bentuk penghambaan seorang
manusia kepada Allah. Manusia yang diberi akal oleh Allah harus dipergunakan
untuk berfikir secara mendalam. Akal yang akan menuntun manusia pada kesadaran
akan hakikat diri dan membawa penghambaan pada Allah. Semua itu akan membawa
kesadaran bahwa diri ini lemah, serba kekurangan dan butuh pada selain dirinya.
Ubudiah
Menurut
istilah, ubudiah adalah memenuhi janji, menjaga batasan-batasan,
kerelaan atas apa yang ada serta kesabaran atas kehilangan. Atau dapat pula
dikatakan melepaskan pilihan atas takdir yang terjadi. Tidak ada yang lebih
mulia dari penghambaan. Karena itu, Allah menyebut Nabi-nabiNya dengan julukan
penghambaan.
Secara bahasa, Ubudiyah berasal dari
kata ’abada yang berarti menghamba atau mengabdi, menyerahkan diri
secara total kepada Allah SWT. Ubudiyah ini akan berdiri kokoh manakala
ditopang oleh tiga kaki. Al Hub (cinta), al Khauf (rasa takut),
dan ar Raja’ (harapan).
Hurriyah
Hurriyah
bermakna
kebebasan. Ahli hakikat mengartikan keluar dari perbudakan kepada makhluk serta
memutuskan semua ikatan. Indikatornya, runtuhnya tembok perbedaan antara
hal-hal duniawi dan ukhrawi dalam hatinya. Sehingga dia tidak diperbudak oleh
dunia.
Dalam
pandangan Islam, konsep ubudiah dan Hurriyah bukanlah dua kutub
yang berlawanan, melainkan dua sisi dari koin yang sama. Seseorang tidak akan
mencapai kebebasan sejati sebelum ia menjadi hamba Allah yang sejati.
Ada
tiga macam tingkatan kebebasan. Merdeka dari syirik, Merdeka dari hawa nafsu
dan Merdeka dari ketakuran terhadap makhluk.
Futuwwah.
Secara
bahasa artinya kedermawanan dan kerelaan hati. Ada yang memberi makna bahwa futuwwah
berarti mendahulukan orang lain dengan jiwamu setelah mendahulukan mereka
dalam hal duniawi. Ada yang berpendapat bahwa futuwwah memaafkan segala
kesalahan saudaranya dan menutup aib-aib mereka.
Jika
Ubudiyah adalah hubungan kita ke atas (Allah) dan Hurriyah adalah
kemerdekaan jiwa ke dalam, maka futuwwah adalah pancaran keindahan
perilaku kita ke luar—kepada sesama makhluk.
Perjalanan
mencapai futuwah ada empat tahap. Masing masing adalah al Itsar (mendahulukan
orang lain), al Afwu (Pemaaf yang luar biasa), As Sakha (kedermawanan)
dan tawadlu (rendah diri)
Bahan
bacaan: “Menyelami Spiritualitas Islam” karya Syamsuddin Ar Razi

Posting Komentar untuk "Ubudiah, Hurriyah, dan Futuwwah"