Tidak mudah
mengendalikan harta yang kita miliki. Saat berlimpah, nafsu mendorong ingin
semua dimiliki. Saat mempunya uang, hal-hal kecil yang menguntungkan pribadi
justru ditinggal. Karena pada dasarnya manusia itu rakus. Lebih rakus dari seekor
semut yang membawa makanan melebihi dari tubuhnya sendiri. Hidup mewah atau hedonisme
justru menjadi kebanggaan. Saat memiliki, manusia lebih kikir dari seekor
binatang yang paling kikir. Entah apa nama binatang itu.
Manusia
diberi otak dan hati agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Otak untuk
menalar, apakah bermanfaat memiliki sebuah barang. Bergunakah untuk pribadi?
Adakah sisi kepemilikan barang itu jika dinikmati orang lain? Dan yang penting
kemampuan untuk membelinya.
Hati
digunakan untuk menakar keseimbangan dalam hidup bertetangga. Nafsu senantiasa membuat
jalan untuk keinginan jauh tinggi sampai tak berhingga. Nafsu juga dapat
membuat orang tidak memiliki Hasrat. Oleh karenannya hati menjadi penyeimbang
antara nafsu keserakahan dan nafsu tidak bergairah.
Tips berikut semoga
bermanfaat dalam mengendalikan hidup hemat. Catat, hidup hemat bukan berarti pelit,
kikir atau lainnya.
Setia pada Daftar Prioritas
Kata setia
biasanya hanya dalam angan-angan saja. Meskipun setiap minggu atau setiap bulan
telah menyusun skala prioritas dalam memenuhi kebutuhan, tetap saja masih ada
yang kebobolan. Nafsu kendali telah dikalahkan dengan nilai-nilai konsumtif. Bila
sudah memiliki gadget yang sudah cukup untuk dimanfaatkan, mengapa harus beli
lagi yang konon cuma satu atau dua keunggulan fasilitas. Padahal belum tentu
fasilitas itu digunakan.
Hindari Kartu Kredit
Sudah berapa
kali pembaca dicegat oleh SPG kartu kredit? Tawarannya menggiurkan bukan? Tapi
di balik itu ada seribu pisau yang akan mengiris-iris sendi keuangan keluarga.
Kartu kredit adalah hasil produk lembaga keuangan yang sudah mulai kehilangan
lahan dalam penawaran kredit, atau kalah bersaing dengan kompetitor dalam hal
penanaman dana. Tawaran kartu kredit hendaknya dijadikan skala prioritas yang
paling buncit.
Berbelanjalah dengan Rekan Selevel (bergaji seimbang)
Kalau diajak
berbelanja dengan orang kaya, itu pertanda melobangi pundi keuangan keluarga.
Orang kaya bukan level kita dalam kehidupan konsumtif. Setidaknya ditinjau dari
sudut keinginan. Orang yang punya dapat memenuhi semua keinginan. Orang yang
tidak punya hanya bisa menutup daftar harga. Intinya hindari pola hidup
konsumtif.
Berpikir Praktis
Orang yang melakukan pekerjaan dengan cara yang praktis, dapat dijamin aman dari segi finansial. Berpikir praktis buka berarti pelit, kikir, minimalis. Praktis adalah memanfaatkan barang yang ada agar menjadi berdaya guna. Praktis memiliki sifat dasar yaitu efektif dan efisien. Untuk dapat memiliki pikiran yang praktis harus sudah dilatih sejak usia dini.

Posting Komentar untuk "Hidup Hemat"