Awasi Burungmu

 

Kehidupan orang Indonesia mirip dengan burung karena tidak pernah harus merasa khawatir soal makan, terutama karena melimpahnya buah-buahan dan sayur sayuran. Ada banyak burung tergolong termuat herbivora, meskipun ada beberapa jenis burung yang termasuk karnivora. Ada pepaya, kelapa, dan pisang dengan mudah didapat dimana-mana, termasuk singkong yang tergolong paling murah harganya di antara bahan makanan yang diperjualbelikan.

Suhu rata-rata di Indonesia sekitar 30 derajat celcius. Artinya, tidak pernah ada kemungkinan orang meninggal karena kedinginan. Terik matarahari terkadang menusuk, tapi belum ada yang meninggal karena suhu panas matahari. Di siang hari sengatan matahari akan menimbulkan panas yang luar biasa, tapi pepohonan yang akan menolongmu dengan rindangnya. Kamu dapat berteduh sambil menikmati sepoi angin.

Beruntunglah Indonesia termasuk beriklim tropis yang hanya mengenal musim kemarau dan hujan. Dua musim itu, telah cukup berarti bagi kita untuk menikmati limpahan buah, sayuran dan tanaman lainnya.

Karena sumber makanan melimpah, maka hewan seperti burung juga melimpah dan beraneka ragam. di Indonesia tercatat memiliki 1.834 spesies burung berdasarkan data terbaru dari organisasi Burung Indonesia per Januari 2026. Hanya 538 spesies merupakan burung endemik atau hanya dapat ditemukan di wilayah Indonesia. Demikian banyaknya spesies burung, maka banyak orang yang memelihara burung.

Di setiap Kota atau atau wilayah yang cukup luas, hampir dapat ditemui pasar burung. Sebagai ajang jal-beli burung, pasar burung selalu ramai. Bahkan bukan hanya burung yang dijual, ternak lain dan makanan burung atau ternak juga terimbas laku. Bahkan di setiap komunitas penggemar burung, tiap sudut daerah hampir ada. Mereka membuat paguyuban yang kadang menentukan harga burung. Harganya variatif. Mulai dari ribuah hingga milyaran.

Khusunya kaum pria, banyak yang menyukai lovebird dengan berbagai macam warna, murai, kenari, parkit dan pleci. Ada juga sebagian yang hobi memelihara perkutut, beo atau burung hantu. Mereka ini adalah pehobi memelihara burung. Semakin banyak penggemar burung, maka semakin banyak pasar burung, dan makin banyak pula pemasok burung. Mereka mencari nafkah dengan jalan menangkap burung, beternak, atau mencari burung di daerah lain yang lebih murah.

Supaya langgeng, burung perlu diberi makan dan minum. Ada banyak macam pakan burung, mulai dari pepaya, pisang, semut, serangga kecil hingga jangkrik. Disinilah kejelian bagi pemilik burung, untuk memilih makanan yang cocok agar suara burung lebih indah.

Ada banyak rumah tangga yang memelihara burung. Mereka melatih kicauan burung agar lebih indah dan nyaring. Ada pula yang melatih dengan suara tertentu. Melatih mental agar dalam setiap lomba dimenangkan. Perlu kesabaran yang luar biasa. Karena beberapa burung terkadang stress sehingga tidak mau berkicau. Atau melatih pada waktu tertentu. Misalnya kalau ada orang datang memainkan suara tertentu.

Lomba yang berhubungan dengan burung pun sering digelar, karena banyak yang suka burung dan memeliharanya. Lomba tersebut diberi nama kongkrus, sepadan dengan cancours dalam Bahasa Inggris. Pemenang lomba biasanya burung yang berani, tidak takut terhadap kerumunan orang, mengikuti suara yang diberi kode oleh pemiliknya dan paling nyaring. Seperti gambling. Terkadang di rumah suaranya bagus, tetapi begitu masuk arena lomba tidak dapat bersuara. Burung pemenang diangap sebagai burung yang favorit, dan seketika harganya melejit

Pehobi memelihara burung mirip seperti orang perokok. Seorang pecinta burung tidak dapat diam bila mendapati burung yang sangat disukai. Sampai-sampai ada pula yang meminjam uang dari orang lain dengan jaminan bunga tinggi demi mendapatkan burung yang sangat ia dambakan.

Bahan Bacaan: “Kebudayaan Indonesia Di Mata Orang Korea” karya Yang Seung Yoon


Posting Komentar untuk "Awasi Burungmu"