Kata
orang yang berputar tidak hanya bulan yang mengelilingi bumi, dan bumi yang
mengitasi matahari. Perilaku manusia juga berputar. Seperti roda sado yang
berputar. Ada saatnya di posisi atas, ada pula berada di bawah. Demikian pula perilaku
manusia. Sejarah tetap akan muncul kembali.
Entah
kebaikan maupun kejahatan. Tak beda jauh dengan dunia akademik yang sebenarnya harus
menjunjung tinggi kebijaksanaan dan kejujuran. Namun ada kalanya kejujuran
dalam moncong tubir kehancuran. Dunia pendidikan yang mestinya membawa misi
keteladanan dan menghargai prestasi orang lain, tercoreng hanya karena meminjam
kepemilikan data orang lain tanpa ijin.
Dalam
dunia akademik, kita mengenal istilah fabrikasi, falsifikasi dan plagiat
(Fabrication, Falsification, Plagiarism).
Fabrikasi pendidikan
memiliki arti yang sangat berbeda dari dunia industri. Di sini, fabrikasi
adalah salah satu bentuk pelanggaran etika ilmiah yang sangat berat (inkonduksi
akademik).
Secara
sederhana, fabrikasi dalam dunia akademik adalah tindakan membuat-buat data,
hasil penelitian, atau informasi yang sebenarnya tidak pernah ada. Tapi
terlihat ada saat diuji secara akademik. Seolah-olah data itu adalah hasil
eksperimen atau kajian yang nyata.
Di
dunia internasional, fabrikasi digolongkan ke dalam kelompok pelanggaran
integritas ilmiah paling fatal. Contoh fabrikasi misalnya:
- Menuliskan hasil eksperimen laboratorium tanpa pernah menyentuh alat laboratorium atau bahan uji sama sekali.
- Mengisi sendiri ratusan lembar kuesioner penelitian yang seharusnya diisi oleh responden nyata, lalu memasukkan datanya ke aplikasi statistik.
Falsifikasi adalah
mengubah atau memanipulasi data yang asli. Falsifikasi data terjadi ketika
seorang peneliti mengubah, merekayasa, atau menghilangkan sebagian data, hasil
eksperimen agar sesuai yang diinginkan (sesuai hipotesis).
Orang
yang melakukan falsifikasi adalah meneliti dengan sesungguhnya, tetapi hasilnya
dimanipulasi. Peneliti mengubah, menghapus, atau menyembunyikan sebagian data
agar hasilnya sesuai dengan hipotesis yang mereka inginkan atau terlihat lebih
bagus. contoh fabrikas misalnya
- Hasil penelitian 40% diubah menjadi 90% agar terlihat bagus. Atau menghapus data yang tidak sesuai dengan hipotesis.
- Membuat tanggal, tanda tangan, atau angka di ijazah, laporan keuangan dan lain-lain.
- Mengedit foto atau gambar supaya kesannya berbeda.
Plagiat
artinya mengambil karya, ide, tulisan, data, atau hasil kerja orang lain lalu
mengakuinya sebagai milik sendiri, tanpa menyebut sumbernya. Kata ini berasal
dari bahasa Latin plagiarius "penculik anak". Jadi plagiat "menculik"
karya orang.
Contoh
plagiat
- Copy-paste satu paragraf utuh dari skripsi orang tanpa tanda kutip dan sumber.
- Mengganti beberapa kata tapi struktur dan ide sama persis, tanpa menyebut sumber
- Mengganti konsep atau kerangka berpikir dosen atau orang lain, lalu ditulis seolah itu ide sendiri
- Mengambil tulisan sendiri yang sudah pernah dipublikasi, lalu dipakai lagi tanpa nyebut itu karya lama.
Perbedaan
fabrikasi, falsifikasi dan plagiat

Posting Komentar untuk "Fabrikasi, Falsifikasi dan Plagiat"