Juicer atau Blender

Indonesia merupakan salah satu penghasil buah-buahan terbesar di dunia. Namun, ternyata konsumsi buah dan sayuran masyarakat sangat rendah. Rata-rata orang Indonesia mengonsumsi 40 kg sayur per kapita per tahun. Padahal World Healt Organization (WHO), menetapkan 75 Kg per kapita pertahun. Hanya separonya.

Demikian pula dengan konsumsi buah. Rata-rata Orang Indonesia makan buah-buahan hanya 32 kg per kapita pertahun. Standar WHO menetapkan 65 kg per kapita per tahun. Ini menunjukkan bahwa warga negara kita masih kekurangan asupan sayar dan buah-buhan. Padahal dampaknya orang akan kekurangan mineral, vitamin dan berbagai macam unsur nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Mengapa kita kurang lahap dalam mengonsumsi buah dan sayuran? Boleh jadi mahal harganya, sukar cara mendapatkan, atau kesulitan dalam mengolahnya.

Zaman yang semakin maju seperti yang kita rasakan sekarang, sebenarnya tidak ada alasan untuk enggan mengonsumsi buah dan sayuran. Ada alat bantu yang sekarang dijual secara bebas, beragam bentuk dan fungsinya, dan friendy.

Ada perdebatan yang di dunia konsumsi olahan buah. sering orang mempertanyakan, mana yang lebih baik dalam proses buah dan sayuran. juicer atau blender? mana yang memberi manfaat bagi tubuh kita.

Juicer adalah alat yang mampu mengambil air sari dalam buah dan sayuran. Juicer tidak memiliki mata pisau, cara kerjanya bukan untuk mencacah buah dan sayur, melainkan "memeras" airnya, dan memisahkan ampasnya.

Kekurangan dari juicer adalah memisahkan ampasnya. Ampas buah dan sayuran sebenarnya kaya akan serat (fiber). Tanpa adanya serat, sistem pencernaan harus bekerja keras untuk memecah makanan dan menyerap nutrisi.

Serat sangat berguna untuk membantu memperlambat proses pencernaan dan memberikan pelepasan nutrisi ke dalam aliran darah. Penggunaan juicer sangat membantu bagi orang yang memiliki sitem pencernaan yang sensitif atau penyakit yang menghambat tubuh mengolah serat.

Blender merupakan alat yang mampu menghaluskan semua bahan yang dimasukkan ke dalamnya. Minuman yang dimasukkan oleh blender namanya smoothie. Berbeda dengan jus, smoothie semua bagian buah dan sayuran, termasuk kulitnya akan terlihat lebih lebih kental.

tidak ada pilihan yang pasti mengenai jenis minuman yang dikonsumsi. Smoothie yang diblender mungkin pilihan yang lebih baik, bila dalam kondisi terburu-buru sekaligus ingin tetap kenyang. Sedangkan juicer, memungkinkan bagi yang memiliki bahan buah dan sayur yang berlimpah. Memiliki kebun buah dan sayur sendiri.

bahan bacaan: “Beauty and Slim” karya Laila Rachmani


Posting Komentar untuk "Juicer atau Blender"