Kunjungan
kenegaraan adalah diplomatik tingkat tinggi yang hanya dilakukan
oleh kepala negara. Tujuannya untuk memperkuat kerjasama yang saling
menguntungkan, dan memajukan kepentingan nasional kedua belah pihak.
Pembicaraan kedua kepala negara menyangkut ekonomi, pertahanan, investasi dan
teknologi.
Karena ini merupakan jenis kunjungan
yang paling formal, maka prosesinya diatur oleh protokol kenegaraan yang sangat
ketat dan penuh dengan upacara seremonial. Biasanya disambut dengan upacara
militer, dentuman meriam (gun salute), lagu kebangsaan kedua negara, dan
pemeriksaan pasukan kehormatan.
Kunjungan lain untuk mempererat hubungan
bilateral antara lain:
Kunjungan Resmi. Setingkat lebih
rendah dari kunjungan kenegaraan. Dapat dilakukan oleh kepala negara, kepala pemerintahan,
atau setingkat menteri. Durasi kunjungan tergantung negara penerima, karena
terikat dengan jumlah penerimaan setiap tahunnya.
Kunjungan Kerja atau Kunjungan Tidak
Resmi. Sering digunakan oleh negara-negara Eropa. Acaranya lebih fokus pada
satu isu untuk mempercepat keputusan. Formatnya ringkas, hanya sekitar 2 jam.
Setelah selesai, biasanya dilanjutkan dengan jamuan makan dan ditutup dengan
konferensi pers, sebelum delegasi tamu pulang. Pertemuan dapat berlangsung di
sela-sela konferensi ilmiah atau forum bisnis. Kunjungan ini bermanfaat apabila
kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tamu.
Dibalik protokol yang rumit, kunjungan
kenegaraan sebenarnya ada maksud dan tujuan tersembunyi. Hal seperti ini justru
sering menjadi penggerak utama dalam diplomasi, dan membuka wacana.
Membaca Geopolitik. Kunjungan kenegaraan sering kali
digunakan sebagai "pesan tidak tertulis" untuk menakut-nakuti atau
memberi peringatan kepada negara saingan. Contoh: Jika Negara A
tiba-tiba melakukan kunjungan kenegaraan yang sangat mesra ke Negara B, itu
bisa menjadi sinyal tidak resmi kepada Negara C (musuh Negara A) bahwa Negara A
memiliki sekutu yang kuat.
Bagi seorang kepala negara yang sedang mengalami penurunan popularitas
atau menghadapi krisis politik di dalam negerinya, kunjungan kenegaraan dapat
menjadi obat penawar, atau malah menjadi pemicu tensi politik yang semakin
hangat.

Posting Komentar untuk "Kunjungan Negara"