Setiap
membicarakan tentang warna, asosiasi manusia langsung mengaitkannya pada tujuh
warna pelangi. Merah, jingga, kuninh, hijau, biru, nila, ungu. Sedemikian
yakinnya ingatan akan ketujuh warna itu, sehingga manusia melupakan warna yang sehari-hari
ditemui dalam kehidupan, yaitu hitam dan putih. Ilmu pengetahuan menganggap
bahwa warna hitam dan putih sebagi warna achromatic (warna tanpa warna).
Padahal warna tersebut demikian lekat dengan apa yang kita pegang. Kertas
putih, bawang putih, langit malam, nasi hitam dan lain-lain.
Abad
4 SM, Aristoteles mengembangkan teori warna untuk yang pertama kalinya.
Warna-warna tersebut erat kaitannya dengan kepercayaan pada dewa. Penerimaan
masyarakat saat itu hanya warna hitam-putih atau terang-gelap, dan
menghubungkannya dengan elemen alam. Air, tanah, udara dan api.
2000
tahun kemudian, Sir Isaac Newton seorang Matematikawan dari Inggris
melakukan serangkain eksperimen dengan menggunakan sinar matahari dan prisma.
Ternyata cahaya putih yang berasal dari sinar matahari yang dipantulkan lewat
prisma menghasilkan tujuh warna.
Masa
silam, warna masih menjadi bagian dari kepercayaan. Warna menjadi ketentuan
nasib yang harus diterima. Kepercayaan ini ditanamkan dalam masyarakat sampai
turun-temurun. Sehingga warna tidak berdiri bebas, tetapi menjadi bagian dari
nasib seseorang atau masyarakat dalam mengarungi kehidupan. Sampai kemudian,
warna hanya menjadi simbol, karena pengetahuan manusia.
Misalnya,
warna hitam yang melambangkan keabadian, ketenangan, kekuatan gaib, serta
kelanggengan. Hitam adalah lambang bumi atau tanah, tempat segalanya berasal
dan kembali. Warna putih menyimbolkan kesucian, awal kehidupan (fajar),
kejujuran, dan air. Putih adalah simbol kesucian lahir batin. Merah berarti
keberanian, gairah, dan energi sebagai daya hidup. Sedangkan warna kuning
sebagai simbol angin memiliki arti keluhuran bud, kejayaan dan kekuatan
finansial (seperti padi yang menguning).
Sampai
kemudian warna menjadi menjadi ilmu pengetahuan dan juga pengembangan budaya. Di
China misalnya, putih adalah warna yang sering kali dikenakan pada upacara
pemakaman. Berbeda dengan kita, yang dikenakan dengan warna hitam. Ini
memgindikasikan perbedaan penting dalam makna warna antara budaya Barat dan
Timur. Di India, putih diartikan sebagai simbol kesederhanaan dan keikhlasan.
Biasanya, putih digunakan oleh banyak orang pada saat mereka ingin berdoa atau
beribadah.
Memahami
arti simbolisme warna dalam berbagai kebudayaan di beberapa negara dapat
memberikan pengetahuan yang mendalam tentang cara warna mengartikan dan
merayakan kehidupan. Setiap warna menyimpan makna dan cerita yang mendalam,
yang dapat memperkaya pengalaman budaya di setiap negara. Dengan mengetahui
makna warna, kita dapat lebih menghargai keragaman budaya di seluruh dunia dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bahan
bacaan: “Nutrisi Surgawi 7 colors Garden” Karya Tifauzia Tyassuma dan Taufiq
Pasiak.
Posting Komentar untuk "Warna"