Okra
(Abelmochus esculentus) merupakan tanaman sejenis sayuran buah tropis
yang dijuluki lady's finger karena bentuknya yang panjang, berbulu
halus, dan ujungnya meruncing. Tanaman tersebut merupakan tanaman yang jarang
dilirik. Masih kalah pamor dengan tanaman sejenis.
Okra
berasal dari wilayah tropis Afrika yang banyak dibudidayakan di negara beriklim
hangat seperti Indonesia. Keberuntungan cuaca hangat seperti ini memberi
peluang bagi tumbuhan yang berasal dari iklim panas maupun dingin untuk tumbuh.
Dengan demikian, varian tumbuhan semakin banyak.
Daya
tarik tanaman okra terletak pada keunikan tekstur: berlendir, kandungan gizi yang sangat padat,
serta tampilannya yang indah. Keunikan
inilah yang digemari oleh pecinta tanaman.
Bagi
yang berkecimpung di dunia kesehatan, okra bak sebuah mutiara yang belum diolah
secara diolah secara masif. Demikian pula sosialisasi terhadap keistimewaan
tanaman ini belum sepenuhnya tersebar. Masyarakat juga belum mengetahui khasiat
tanaman ini.
Dokter
Arijanto Jonosewojo mengatakan bahwa orang yang sering kencing pemicunya
adalah gula dalam darah menyerap cairan. Tubuh meresponnya dengan merasa
kehausan. Karena cairan telah tersedot darah. Karena terlalu banyak minum, maka
cairan menjadi berlebihan sehingga menyebabkan dibetes. Pembuangan kelebihan
cairan melalui air kemih terjadi ketika penderita tidur lantaran saat itu
aktivitas berkurang.
Izah,
sebutlah begitu nama seorang gadis berumur 16 tahun. Ia adalah seorang pembaca
buku. Lantaran kegemaran inilah dokter
mendiagnosa terdampak rabun mata, hingga penglihatannya kabur. Namun seorang
pembaca tak akan jauh dari buku. Memburu buku yang berisi cara mengobati rabun
mata. Ketemulah bagaimana tata cara mengobatinya. Izzahpun mulai mengkonsumsi
jus okra. Selang 3 bulan, mata kembali mulai normal.

Posting Komentar untuk "Okra"