Siapapun
Anda pasti tidak akan mengharapkan sakit. Zaman sekarang, paling tidak ada dua
efek yang tidak diharapkan. Pertama aktifitas keseharian akan terganggu. Kedua biaya
pengobatan sangat mahal, bahkan sering tidak terjangkau. Seorang yang
berprofesi wiraswasta, bila terkenya sakit berarti tidak bekerja, atau
setidaknya mobilitasnya lamban. Otomatis pemasukan tidak atau berkurang. Hal
ini akan mengganggu keberlangsungan keluarga bila ditinjau dari finansial.
Agar
terhindar dari penyakit, para ahli kesehatan menganjurkan supaya mengatur
makanan. Baik jenis makanan, takaran/porsi maupun cara mengolah makanan. Dengan
pengaturan yang benar maka sirkulasi makanan akan dicerna secara sempurna.
Kekuatan
perut sebagai pencerna masing-masing orang berbeda. Untuk itu menjadi kebutuhan
yang pokok, mengetahui batas normal kekuatan perut. Makanan yang digiling pada
lambung merupakan sumber energi untuk melakukan aktifitas. Terlalu kenyang
gerakan tidak akan nyaman, terlalu lapar juga kekuatan untuk menggerakkan organ
tubuh menjadi sangat kecil. Dalam Islam sebagaimana dicontohkan oleh Nabi
Muhammad saw, bahwa kalau makan supaya berhenti sebelum kenyang.
Ada
pemeo bahwa sumber penyakit datang melalui mulut. Dari mulutlah semua makanan favorit
berasal. Sehingga sangat disarankan agar mulut sebagai gerbang utama masuknya
makanan terseleksi.
Dengan
bertambahnya kelas menengah, secara ekonomi akan berpengaruh terhadap gaya
hidup masyarakat. Makan bagi kalangan tersebut sudah bukan menjadi kebutuhan
pokok, akan tetapi menjadi pilihan gaya. Mereka sudah sampai pada tahap, makan
apa hari ini? Kebosanan sering melanda, sehingga yang terjadi adalah ingin
mencoba dengan menu yang baru tanpa melihat kadar gizi makanan.
Ditunjang
dengan semakin maraknya wisata kuliner, maka gaya hidup seakan menjadi lebih lengkap.
Fungsi rumah makan tidak sekedar hanya sebagai tempat untuk makan, namun telah
berkembang menjadi tempat meeting. Lokasi menjadi pertimbangan yang utama dari
pada kualitas makanan.
Pemerintah,
baru mampu mempublikasikan makanan yang terekomendasi halal. Kandungan makanan
itu baik atau tidak untuk kesehatan, tergantung dari orang itu sendiri dalam
mengkonsumsikan. Hasil temuan ragam makanan baik yang tradisional, semi modern
ataupun makanan import lebih cepat bila dibandingkan dengan penelitian makanan
itu sendiri.
Acara
di televisi, radio ataupun rubrik kesehatan di majalah atau surat kabar, belum
mampu menandingi acara hiburan yang serba glamour. Masyarakat masih menganggap
bahwa kesehatan adalah urusan yang membuat hidup.

Posting Komentar untuk "Jangan Takut Penyakit, Takutlah dengan Makanan"