Fahruddin Faiz dalam bukunya
“Sebelum Filsafat” mengungkapkan mengapa kita harus berfilsafat. Filsafat pada
hakikatnya adalah tantangan. Sebuah tantangan untuk hidup tidak mekanis,
ikut-ikutan, taklid, dan mengalir tanpa tahu ke mana, untuk apa dan mengapa. Socrates
pernah mengatakan dalam sebuah jargon, “Hidup yang tidak diuji adalah kehidupan
yang tidak berharga”.
Filsafat pada awalnya adalah sebentuk
rasa cinta, cinta kepada kebijaksanaan. Bukan pada rasio, bukan kepada kerumitan
berpikir, atau bukan kepada segala alur logika yang njlimet. Sebenarnya, hampir
tiap hari orang itu berfilsafat. Karena manusia membutuhkan sesuatu yang
terbaik, termudah, terefisien. Itu semuanya bermula dan melalui filsafat.
Tiga ranah utama dalam filsafat ada tiga
macam, yaitu, Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Ketiganya
saling terhubung untuk menjawab hakikat keberadaan, pengetahuan, dan nilai.
Ketiganya menjadi fondasi utama ilmu pengetahuan karena setiap disiplin ilmu
modern (baik ilmu alam maupun ilmu sosial) membutuhkan kejelasan tentang objek
yang diteliti, metode pengujiannya, dan tujuan penggunaannya. Tanpa fondasi
ini, sains tidak akan memiliki struktur yang valid dan terukur.
Ontologi, adalah cabang filsafat
yang mempelajari hakikat keberadaan (being) dan realitas (reality).
Fokusnya adalah menyelidiki apa yang benar-benar ada dan bagaimana struktur
dasar dari realitas tersebut. Sehingga muncul sebuah pertanyaan Apa itu
keberadaan? Apakah realitas itu bersifat material (fisik) atau ideal (pikiran
atau roh)?
Sebagai contoh tentang kemiskinan. Apa
yang disebut sebagai kemiskinan? Apakah hanya kekurangan uang, atau kurang
pendidikan, kesehatan ataukah tidak ada kesempatan uantuk berusaha?
Epistemologi adalah cabang
filsafat yang mengkaji hakikat, asal-usul, batasan, dan validitas pengetahuan. Mengkaji
asal-usul, struktur, metode, dan validitas pengetahuan manusia. Secara singkat,
epistemologi menjawab pertanyaan dasar: Bagaimana kita tahu bahwa apa yang
kita ketahui itu benar? Sebagai contoh tentang Langit dan Matahari. Ketika
kita melihat matahari tampak bergerak dari timur ke barat, apakah penglihatan
cukup? Atau perlu dibuktikan dengan rotasi bumi mengelilingi matahari atau
sebaliknya.
Ada tiga macam pengetahuan sebagai bukti
bahwa sesuatu itu benar-benar ada. Pertama Pengetahuan Prosedural yang
membuktikan bahwa seseorang dapat melakukan sesuatu karena dipraktekkan. Kedua
Pengetahuan Perkenalan, yaitu pengetahuan yang diperoleh dengan pengalaman
langsung. Ketiga Pengetahuan Proporsional yaitub pernyataan yang menggambarkan
fakta sesungguhnya.
Aksiologi adalah cabang filsafat
yang mengkaji hakikat nilai, etika, dan keindahan. Secara sederhana, aksiologi
menjawab pertanyaan mendasar: "Untuk apa pengetahuan itu digunakan?"
dan "Atas dasar apa kita menilai sesuatu itu baik, buruk, indah, atau
jelek?". Sebagai contoh tentang nuklir. Untuk apa ilmu nuklir digunakan?
Apakah dapat untuk membangkitkan tenaga listrik? Menggerakkan kendaraan? Atau
hanya untuk membuat bom yang dapat memusnahkan kehidupan.

Posting Komentar untuk "Tiga Area Filsafat"