Di bulan September – November 2020 terjadi booming sepeda. Mengapa dapat terjadi seperti itu?
Enam
bulan atau tujuh bulan selepas covid-19 menyerang, sehingga terjadi pandemi,
memang telah terjadi kegalauan massal. Dua minggu sampai satu bulan mawas diri
di rumah dan tidak keluar rumah bila tidak mendesak, telah menyebabkan kepenatan.
Hasrat
untuk melakukan sekedar gowes di sekitar rumah tak tertahankan. Sepeda menjadi
barang yang dicari. Di toko-toko sepeda sempat terjadi antrian panjang demi
mendapatkan sebuah sepeda baru, atau ingin mencari spare part. Bahkan ada pula
yang harus antri dua sampai empat minggu.
Bersepeda
menjadi kegiatan yang menyenangkan. Apakah bersepeda untuk olah raga atau
sekedar menghirup udara kebebasan. Tiba-tiba, di setiap jalan atau gang di
kampung terlihat mengular rombongan sepeda. Di tempat-tempat tertentu, menjadi
daerah tujuan dalam bersepeda.
Aktivitas
bersepeda hanya sekedar dapat keluar rumah? ternyata, gowes juga ada kaitan
langsung dengan kesehatan.
Reaksi
tubuh setelah 60 menit bersepeda dapat dirinci sebagai berikut:
Sepuluh
menit pertama, penat menghilang dan senyum gembira
mengiringi setiap kayuhan. Sepuluh menit itu baru beberapa kilometer dari
rumah. Mungkin baru keluar kampung. Tenaganya masih fresh, tapi pemandangan
sudah terbuka.
Menit
ke duapuluh, tubuh membersihkan kortisol,
hormon stress sehingga dapat tidur nyenyak. Ada rekomendasi bagi penderita
insomnia. Aktivitas ini dapat dicoba, yaitu bersepeda 20 menit setiap hari.
Harap dicatat bahwa penyakit insomnia ini penyebabnya karena fisik. Belum ada
jaminan bila menderita psikis.
Menit
ke empat puluh, aliran darah dan oksigen ke otak
melonjak. Riset menunjukkan, orang yang bersepeda empat puluh menit minimal
lima kali dalam seminggu, jarang menderita sakit. Kebenaran hanya dibuktikan
dengan direalisasikan.
Menit
ke empat puluh lima, hormone serotonin dan
endorphin mulai dilepaskan. Mood menjadi meningkat. Hormon serotonin sebenarnya berperan sebagai neurotransmiter,
yaitu pengantar sinyal antarjaringan saraf. Jadi selain memengaruhi suasana
hati, hormon serotonin juga berperan dalam berbagai fungsi tubuh yang lain,
seperti pencernaan, proses pembekuan darah, pembentukan tulang, dan fungsi
seksual. Sedangkan hormone endorphin berfungsi menghilangkan sress dan
rasa sakit.
Menit ke enampuluh, resiko penyakit jantung berkurang setengah
dibandingkan dengan mereka yang tidak berolah raga sama sekali.

Posting Komentar untuk "Bersepeda dan Kesehatan"