Perasaan optimis merupakan kekuatan yang mampu membangkitkan kemauan untuk berbuat. Ia mampu menumbuhkan semangat jihad dalam melaksanakan kewajiban, menyingkirkan perasaan malas, serta menumbuhkan keseriusan dan sikap konsisten. Karena perasaan optimis akan memanen hasil pertaniannya, maka seorang petani rela berjemur di bawah sengatan terik matahari, bekerja sepanjang hari.
Karena perasaan optimis dapat sembuh, maka orang yang
menderita sakit rela ditusuk jarum suntik dan menelan sejumlah pil pahit. Orang
mukmin, karena dia optimis akan mendapatkan keridhaan Allah dan kenikmatan surge,
maka dia bersedia melawan hawa nafsu, mentaati perintah dan menjauhi larangan
Allah SWT.
Optimis menurut para filosof dapat dilihat dalam tabel
berikut
|
Sudut
Pandang |
Optimisme
adalah... |
Fokus Utama |
|
Metafisik
(Leibniz) |
Keyakinan
bahwa dunia ini adalah yang terbaik dalam skema ilahi. |
Sifat Dasar
Alam Semesta |
|
Eksistensial
(Nietzsche) |
Keyakinan
bahwa kita memiliki kekuatan untuk mencipta dan melampaui diri di dunia yang
keras. |
Kemauan dan
Potensi Manusia |
|
Etika/Stoik |
Keyakinan
bahwa kebahagiaan selalu dapat dicapai melalui pengendalian internal. |
Tindakan dan
Pikiran yang Terkendali |
Optimis mutlak diperlukan demi terealisirnya cita-cita dan terpenuhinya tugas, serta kewajiban. Seandainya kaum reformis tidak memiliki sikap optimis, tak mungkin mereka maju di tengah gelanggang perjuangan demi tercapainya perubahan. Karena perasaan optimislah maka yang jauh menjadi terasa dekat, yang terjal dan berliku terasa indah.
Lawan dari perasaan optimis adalah perasaan putus asa.
Apabila hati seseorang telah disinggahi oleh perasaan putus asa, maka semangat
untuk berbuatpun menjadi padam sama sekali. Sedemikian besarnya dampak negatif
dari perasaan putus asa, hingga pernah seorang sahabat berkata “Sumber
kehancuran manusia ada dua, yaitu perasaan putus asa dan perasaan bangga diri.
Putus asa berarti sirnanya harapan dan bangga berarti rasa puas, hingga
menimbulkan anggapan segala urusan telah tuntas.”
Iman menumbuhkan optimisme, sebab orang mukmin percaya
akan rahmat dan pertolongan Allah yang dilimpahkan setiap saat dan di setiap
medan usaha. Dia percaya bahwa segala sesuatu diciptakan secara
berpasang-pasangan. Adanya siang sebagai pertanda akan datangnya malam. Ketika
datang kecemasan maka dia pun optimis akan segera datang pertolongan Allah
dalam bentuk keamanan. Ketika derita menghampirinya, dia pun berkeyakinan bahwa
rahmat Allah akan menggantikan derita itu dengan kebahagiaan.
Buku bacaan: “Merasakan Kehadiran Tuhan” karya
Dr. Yusuf Qardhawi.

Posting Komentar untuk "Optimis"