Mikroplastik bukan sekadar "sampah
kecil", karena ukurannya yang mikroskopis (kurang dari 5 milimeter)
namun dampaknya makroskopis. Namun, yang paling berbahaya justru yang
jauh lebih kecil, hingga skala nanometer (nanoplastik), yang bisa
menembus membran sel manusia.
Mikroplastik telah ditemukan di tempat-tempat
yang paling tidak terduga. Mulai dari puncak Gunung Everest, sampai di
dasar Palung Mariana. Dalam kehidupan sehari-hari, mikropastis dapat
ditemukan di:
Sumber utama mikroplastik antara lain
1. Mikroplastik Primer: Sengaja diproduksi dalam ukuran kecil. Contoh:
Microbeads pada pembersih wajah, lulur, atau pelet plastik industri (nurdles)
yang digunakan sebagai bahan baku manufaktur.
2. Mikroplastik Sekunder: Hasil degradasi dari benda plastik yang
lebih besar. Contoh: Serat sintetis yang lepas saat mencuci baju
(poliester/nilon), pengikisan ban mobil saat bergesekan dengan aspal, atau
botol plastik yang hancur karena sinar UV dan ombak di laut.
Bila tidak hati-hati dalam memanfaatkan bahan-bahan yang tersebut di atas, maka akan mengancam kesehatan. Karena mikroplastik mengandung bahan kimia yang berbahaya seperti: dioksin (senyawa beracun yang merupakan polutan organic), polietilen (polimer plastic yang banyak digunakan dalam industry kimia) dan polipropilen (banyak digunakan untuk wadah makanan, kemasan, dan produk rumah tangga).
Dampak bagi Kesehatan antara lain
1. Kanker. Endapan mikroplastik yang tidak dapat
dicerna tubuh, sehingga menimbulkan iritasi hingga memicu peradangan.
2. Gangguan Hormon. Zak aditif dalam plastic
dapat mengganggu system endokrin, memicu ketidak stabilan.
3. Penurunan Imunitas. Mikroplastik dapat
mengganggu system kekebalan tubuh dan menyebabkan perubahan DNA
4. Masalah pencernaan. Melalui makan dan air
minum, mikroplastik dapat menyebabkan pembengkakan usus dan memengaruhi organ
tubuh lainnya.
Sumber bacaan: https://www.tempo.co/gaya-hidup/ancaman-mikroplastik-bagi-kesehatan--1885352

Posting Komentar untuk "Mengkonsumsi Mikroplastik"