Dari
mulut Ayah saya, berceriteralah beliau mengenai keadaan pada masa mudanya dulu.
Pada saat itu kebanyakan orang selalu menganggap bahwa mereka yang dapat kuliah
di luar negeri akan menjadi hebat, dan itu memang kenyataan. Karena pada saat
itu, orang yang dapat keluar di luar negeri hanya sedikit sekali, dan biasanya
setelah mereka kembali ke Indonesia, mereka akan menjadi pejabat, menggunakan
seragam atau memakai baju safari. Dari sisi mungkin terbentuk stereotype bahwa
kulau kuliah di luar negeri, menjadi pejabat dan berseragam safari adalah yang
terbaik dan bergengsi.
Meskipun
saya sendiri masih bertanya-tanya, bukankah banyak rakyat Indonesia yang sejak
dulu berprofesi sebagai pedagang? Lantas, kenapa profesi tersebut dianggap
profesi lebih bawah, ya? Apa karena tidak berseragam atau karena alasan lain?
Syukurlah
sejak tahun 2000, gema entrepreneurship ada di mana-mana. Gema ini sebagian
besar pola pikir mahasiswa menjadi berubah. Mereka tidak lagi mengandalkan
bahwa pekerjaan sebagai pegawai adalah pekerjaan nomor satu. Banyak orang yang
bernait pindah haluan untuk mengikuti kata hatinya, meski masih banyak juga
yang masih menganggap sebelah mata dengan entrepreneurship. Hidup ini
pilihan, demikian juga dalam menentukan profesi yang akan dijalani.
Pekerjaan
yang baik adalah pekerjaan yang halal dan sesuai dengan panggilan jiwa. Tidak
menjadi masalah jika seseorang menganggap pekerjaannya sebagai pegawai adalah
yang terbaik, terlebih lagi jika itu adalah minatnya. Menjadi wirausahawan
mungkin juga bukan yang terbaik bagi orang-orang tertentu. Yang terpenting
adalah sesuai kata hati dan panggilan jiwanya. Bagaimana cara menentukan
pekerjaan yang sesuai dengan panggilan jiwa?
1. Kenali minat
2. Tanya pada diri sendiri, merasa senangkah jika melakukan itu?
Jika
sudah memperoleh jawaban dari kedua pertanyaan di atas, maka kita akan tahu
apakah pekerjaan yang dipilih sudah sesuai dengan panggilan jiwa atau melum.
Mengapa sebaiknya memilih pekerjaan yang sesuai dengan panggilan jiwa? Karena
hal tersebut akan membahagiakan diri dan
dapat senantiasa bersemangat dalam mengembangkan kemampuan dan mampu menghadapi
kerikil yang menghadang. Kata seorang teman “Do what you love, not love what
you do.” Dan saya sepakat.
Mungkin
pekerjaan ini tidak dapat ditemukan dengan mudah, tapi teruslah mencari dan
menggali sampai menemukan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan panggilan
jiwa.
Disadur
dari buku “La Tahzan for Teacher” karya Irmayanti dan Gita Lovusa.

Posting Komentar untuk "Bekerja adalah Panggilan Jiwa"