Misinformasi
Misinformasi
adalah informasi yang salah, keliru, atau tidak akurat, namun disebarkan tanpa
adanya niat jahat untuk menipu atau merugikan orang lain. Orang yang
menyebarkan misinformasi biasanya percaya bahwa informasi tersebut benar. Jadi,
unsur utamanya adalah kesalahpahaman atau kecerobohan, bukan kelicikan.
Di zaman membanjirnya informasi, contoh
misinformasi hampir tidak terkontrol. Banyak yang tidak dapat membedakan antara
yang valid dan palsu. Misalnya,
"Jangan sekali-kali menerima
telepon di dalam mobil saat mengisi bensin, gelombang radiasi sinyal HP bisa
memicu percikan api dan meledakkan pom bensin" Padahal, Berbagai
pengujian ilmiah (termasuk oleh badan resmi) menunjukkan bahwa gelombang
elektromagnetik dari smartphone terlalu lemah untuk memicu percikan api
yang dapat membakar uap bensin.
Untuk menangkal agar tidak tercemar,
lakukan cross cek dengan media arus utama. Atau membaca buku-buku
referensi. Pilah berita yang benar dengan hoax. Seorang yang bijak, tak akan
serta merta meneruskan informasi, meskipun berita itu benar.
Disinformasi
Bila misinformasi adalah produk
dari kesalahpahaman, maka Disinformasi adalah produk dari rekayasa dan
kelicikan. Disinformasi adalah informasi yang salah, dimanipulasi, atau
direkayasa secara sengaja, lalu disebarkan dengan niat jahat untuk menipu,
menyesatkan, atau memanipulasi opini publik demi keuntungan pihak tertentu.
Pembuat dan penyebar pertama
disinformasi tahu persis bahwa informasi yang mereka buat adalah kebohongan,
namun mereka tetap menyebarkannya sebagai bagian dari strategi atau agenda
tertentu.
Motifnya dapat berupa pilitik dengan
maksud menjatuhkan reputasi lawan, memecah belah masyarakat, atau menciptakan ketidakpercayaan
masyarakat terhadap pemerintah. Motif finansial dengan maksud mengeruk harta.
Kemajuan teknologi informasi adalah alat ampuh untuk meraup keuntungan
finansial.
Malinformasi
Bila misinformasi dan disinformasi
berbasis pada data yang salah atau palsu, maka malinformasi justru berbasis
pada fakta yang 100% benar dan nyata. Malinformasi adalah informasi yang
berbasis pada realitas atau fakta yang benar, namun disebarkan ke ruang publik
dengan niat jahat untuk menjatuhkan, merugikan, atau mengancam reputasi
seseorang, kelompok, atau instansi.
Kata kunci utama dari malinformasi
adalah Penyalahgunaan Konteks dan Pelanggaran Privasi. Informasi yang
seharusnya bersifat rahasia, pribadi, atau terjadi di masa lalu, sengaja
diangkat ke permukaan bukan untuk kepentingan publik yang mendesak, melainkan
sebagai senjata untuk menyerang secara personal.
Contoh. Sepuluh tahun yang lalu,
seseorang berhasil mendapatkan rekaman antara temannya dengan kolega yang
berisi kurang pantas. Hasil rekaman tersebut di share ke media sosial, sehingga
banyak warganet yang mengetahui.
Dalam hal ini, isi rekaman adalah murni konflik mereka berdua. Tetapi, justru masalah itu menjadi konsumsi umum. Penyebaran ini murni didasari niat jahat untuk menghancurkan karier mereka.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Misinformasi, Disinformasi, dan Malinformasi"