Dampak dari invasi Amerika Serikat dan Israil yang
menyerang Iran, salah satunya adalah harga minyak melonjak. Selat Hormuz,
yang merupakan jalur perairan yang sangat vital, untuk kebutuhan minyak dunia
ditutup oleh Iran. Secara otomatis harga minyak menjadi goyah. Geopolitik dunia,
terutama kawasan Timur Tengah menjadi terganggu.
Secara definitif, geopolitik merupakan konsep
yang sangat penting dalam memahami, bagaimana sebuah negara memandang posisi
geografisnya dalam menentukan kebijakan nasional. Geopolitik bukan hanya
persoalan peta dan letak geografis, tetapi juga meliputi bagaimana sebuah
negara cerdas dalam memanfaatkan letak geografinya.
Indonesia yang merupakan negara kepulauan, harus
dapat mengamankan sekaligus dapat berperan memberi manfaat bagi negara lain,
tanpa kehilangan. Budaya, ekonomi, politik yang mengantarkan menjadi biodiversifikasi
(keragaman hayati) terbesar di dunia. Harta karun yang demikian itulah yang
memberi semangat dalam memainkan geopolitik. Indonesia yang kaya akan sumber
daya alam ini memiliki nilai strategis di jalur perdagangan dunia, harus
dikelola secara bijak untuk menciptakan kemanan dan kesejahteraan nasional yang
berkelanjutan.
Geopolitik modern memang tak sekedar peta,
atau kawasan. Ada banyak komponen lain yang turut memengaruhinya. Hingga hari
ini, variabel geopolitik telah berkembang melampaui batasan wilayah sebuah
negara. Ada banyak unsur yang terganggu bila geopolitik goyah. Ekonomi
merupakan varibel yag paling berdampak. Politik ibarat sebuah mata uang dua
sisi dengan ekonomi. Faktor budaya juga sangat penting, yang terkadang dapat
menimbulkan efek domino, disamping unsur politik.
Bagaimana strategi sebuah negara dalam
mengamankan wilayahnya agar terhindar dari konflik antar negara?
Pertama, pembentukan zona penyangga. Sebagai
contoh Rusia. Secara historis, Rusia memandang Eropa Timur sebagai zona
penyangga dari pengaruh Barat. Pembentukan zona ini bertujuan bila terjadi
konflik yang terimbas adalah negara tetangganya, tanpa menyentuh tanah airnya
sendiri.
Kedua, penguasaan titik sempit yang
menghubungkan wilayah-wilayah lain disekitarnya. Contoh yang terbaru adalah
selat Hormuz. “siapa yang menguasai kran, dialah yang mengatur aliran”. Selat
lain yang bernilai vital antara lain, Selat Malaka (Indonesia, Malaysia dan Singapura),
dan terusan Suez (Mesir).
Ketiga, membentuk Pakta Pertahanan. Bila
sebuah negara sudah tidak mampu dalam hal pertahanan, mereka akan menciptakan
ekosistem kolektif. Indonesia turut membentuk ASEAN, agar negara-negara di
Asean tetap nyaman. Di Tiongkok menciptakan Belt and Road Initiative (BRI),
yaitu strategi pembangunan infrastruktur dan Kerjasama ekonomi global. Tujuannya
membangun koneksitas darat dan laut. Amerika dan Eropa membentuk NATO yang memiliki
prinsip, menyerang satu anggota berarti menyerang semua.
Ada
banyak cara sebuah negara memainkan geopolitiknya, agar negara itu dan kawasan sekelilingnya
tetap aman dan tidak terganggu oleh negara lain.

Posting Komentar untuk "Nilai Strategis Geopolitik"