Revolusi Berpikir

Betapa seringnya kita jadi sial, hanya karena terlalu sederhana dalam berpikir. Tidak mampu lagi memilah mana masalah yang perlu serius diselesaikan dengan segera, dengan hal-hal sepele namun dipandang seperti rumit. Mementingkat prioritas berpikir sangat penting dalam rangka menata kehidupan pribadi dan bermasyarakat.

Thomas Kuhn seorang filsuf dan juga sejarawan, menjelaskan bahwa revolusi berpikir terjadi ketika anomali tidak lagi dapat menjelaskan dengan cara-cara yang lama. Ia menawarkan dengan cara-cara yang baru, melalui berpikir kekinian.

Lebih jelasnya lagi, Immanuel Kant mencetukan bahwa revolusi berpikir menuntut individu untuk keluar dari "ketidakdewasaan yang dibuat sendiri"—yaitu kondisi di mana kita membiarkan orang lain (dogma, tradisi, atau otoritas) berpikir untuk kita. “Revolusi berpikir adalah tindakan pemberontakan paling sunyi namun paling radikal.”

Maka sesungguhnya untuk berpikir perlu adanya paradigma. Paradigma adalah kacamata yang tidak disadarai, bahwa kacamata itu sedang kita pakai. Kacamata itulah yang dapat melihat bentuk, warna, dan batas-batas segala sesuatu yang kita lihat.

Secara etimologis, paradigma berasal dari bahasa Yunani paradeigma, yang berarti "pola" atau "model". Namun, secara filosofis, paradigma jauh lebih dalam dari sekadar pola; ia adalah kerangka keyakinan dasar yang memandu tindakan dan pemahaman kita.

Sebuah buku The Structure of Scientific karya Thomas Kuhn mengatakan bahwa ilmu pengetahuan tidak tumbuh secara linear, melainkan melalui lompatan-lompatan paradigma. Lompatan itu antara lain:  

Praharsana: Kita melihat dunia dengan cara tertentu karena semua orang sepakat itu cara yang benar.

Anomali: Muncul fakta-fakta baru yang tidak bisa dijelaskan oleh cara lama.

Krisis: Paradigma lama mulai retak. Kita merasa bingung dan kehilangan pegangan.

Revolusi: Kita membuang kacamata lama dan memakai yang baru. Inilah Paradigm Shift.

Di era informasi yang meluap ini, kita sering terjebak dalam "penjara algoritma". Revolusi berpikir saat ini bukan lagi soal menemukan kebenaran tunggal, melainkan tentang kemampuan untuk terus-menerus meruntuhkan dan membangun kembali pemahaman kita.

Stephen Cohen berujar: “Kalau Anda menginginkan perubahan yang kecil dalam hidup, garaplah perilaku Anda. Namun kalau Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda”

Sydney Harris: ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti computer.

Posting Komentar untuk "Revolusi Berpikir"