Bartender

Bosan sering kali hinggap tanpa mengenal waktu. Pekerjaan rutin adalah penyebab utama seseorang mengalami kebosanan. Bukan hanya pekerjaan, tapi dapat pula berupa kebiasaan yang dialami manusia. Katakanlah minum sebagai penawar dahaga. Meski hanya segelas minuman, namun suasana yang terkadang mengusik rasa.

Tak jauh bedanya dengan kebiasaan berbuka puasa. Tradisi yang selalu datang tiap tahun, ternyata mengalami transformasi. Bila dahulu menu takjil dengan sajian klasik seperti: kolak, teh hangat, es buah atau gorengan, kini masyarakat semakin banyak berbuka puasa sebagai ruang eksplorasi kuliner. Salah satu trend yang makin diminati adalah meningkatnya terhadap mixology rumahan.

Mixologi adalah seni meracik minuman dengan Teknik layaknya bartender atau barista, tapi dilakukan di dapur sendiri. Mixologi sendiri telah dikenal sekitar tahun 1850 an. Mix artinya mencampur dan logy bermakna ilmu. Tokoh pertama yang mengenalkan mixology adalah Jerry Thomas yang dikenal sebagai “Bapak Bartending Modern”.

Secara sederhana, bartender adalah seseorang yang bertugas menyiapkan, meracik, dan menyajikan minuman (baik beralkohol maupun non-alkohol) kepada pelanggan di balik meja bar. Namun, jika kita melihat lebih dalam, peran bartender jauh lebih luas daripada sekadar menuangkan minuman ke dalam gelas.

Tugas seorang bartender antara lain: Meracik minuman klasik seperti Negroni atau Margarita, serta menciptakan resep minuman baru mocktail (campuran minuman non-alkohol) dan atau cocktail (campuran minuman beralkohol).

Kedua, melayani konsumen dengan ramah, mampu berkomunikasi dengan baik, dapat menjadi referensi jenis minuman, atau bahkan menjadi pendengar yang baik. Disini, bartender biasanya memberi rekomendasi jenis minuman yang layak untuk dikonsumsi.

Ketiga, manajemen bar. Bertanggung jawab atas stok minuman, mampu menata ruang, kebersihan arena kerja, hingga memastikan semua alat yang dibutuhkan siap digunakan.

Keempat, keamanan dan etika. Seorang bartender profesional harus dapat menilai kapan seorang pelanggan sudah terlalu mabuk dan harus berhenti dilayani demi keselamatan mereka

Bagaimana dengan barista? barista yang berasal dari bahasa Italia yang secara harfiah berarti "pelayan bar". Namun, di dunia modern, sebutan ini dikhususkan bagi profesional yang memiliki keahlian khusus dalam menyiapkan dan menyajikan berbagai jenis minuman “berbasis kopi”.

Perbedaan antara Bartender dan Barista

Aspek

Bartender

Barista

Minuman utama

Minuman alkohol & non-alkohol (cocktail, mocktail)

Kopi & minuman berbasis kopi

Tempat kerja

Bar, lounge, klub, hotel, restoran

Kafe, coffee shop, restoran

Waktu kerja umum

Sore hingga malam hari

Pagi hingga sore hari

Keahlian khusus

Meracik cocktail, memahami alkohol

Brewing kopi, latte art

Alat yang digunakan

Shaker, jigger, bar spoon, gelas bar

Mesin espresso, grinder, tamper

Interaksi pelanggan

Sering ngobrol & memberi rekomendasi minuman

Melayani pesanan kopi dengan cepat

 

Posting Komentar untuk "Bartender"