Gizi pada Remaja

Berdasarkan hasil survei kesehatan nasional terbaru di Indonesia, terutama yang merujuk pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) serta data pendukung dari Kementerian Kesehatan, remaja Indonesia saat ini menghadapi fenomena triple burden of malnutrition (tiga beban masalah gizi).

Fenomena ini membuktikan bahwa remaja kita tidak hanya kekurangan gizi (kurus), tetapi di saat yang sama juga mengalami lonjakan gizi lebih (obesitas), serta kekurangan zat gizi mikro (terutama anemia).


Kesalah pahaman tentang gizi biasanya dipicu oleh tiga masalah.

Pola Pikir "Yang Penting Kenyang". Di banyak lapisan masyarakat, fokus utama makanan masih pada kuantitas (mengisi perut) bukan kualitas (kelengkapan zat gizi).

​Kurangnya Pemahaman tentang Gizi Seimbang. Masih banyak yang keliru mengira bahwa makanan bergizi itu harus mahal (seperti daging sapi atau buah impor). Padahal, sumber gizi lokal seperti tempe, tahu, telur, dan daun kelor memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi namun ramah di kantong.

Remaja Indonesia saat ini menghadapi beban gizi ganda (double burden of malnutrition), di mana masalah kekurangan gizi mikro (anemia) dan tubuh kurus terjadi bersamaan dengan meroketnya angka kelebihan berat badan (obesitas) akibat pola makan yang tidak sehat.

Gizi merupakan faktor utama yang mendukung terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh. Setiap reaksi yang terjadi dalam tubuh membutuhkan zat gizi tertentu untuk pelaksanaannya.

Salah gizi, baik yang kekurangan maupun kelebihan dapat memengaruhi keseimbangan endokrin. Contoh: Orang yang kelebihan gizi, kelebihan karbohidrat dan lemaknya terlalu banyak dapat mengakibatkan ketidakseimbangan hormon insulin dalam tubuh, sehingga berdampak pada resiko penyakit. Bila kekurangan gizi, akan berakibat pertumbuhan dan pematangan organ yang terlambat, sehingga ukuran tubuh lebih pendek.

Mengatasi masalah gizi pada remaja memerlukan pendekatan pola makan seimbang dan gaya hidup sehat. Terapkan porsi makan beragam, konsumsi karbohidrat kompleks, protein, sayur, buah, batasi junk food, lakukan aktivitas fisik, dan periksakan berat badan secara berkala.

Sumber bacaan: “Gizi pada Remaja”, karya Dr. Sandra Fikanat, Ahmad Syafiq, Ph.D, Arinda Verakumala, S.Gz. 


Posting Komentar untuk "Gizi pada Remaja"