Pujian dan Kritik

Dalam suatu waktu Anda mendapat pujian dari orang lain. Bagaimana rasanya? Tentu bangga. Ada pula yang cukup prihatin karena disertai dengan catatan yang cukup tajam. Tergantung apa tujuan pujian tersebut. Tulus seraya mengucapkan terima kasih, ataukah pujian itu mengharap sesuatu.

Pujian adalah bentuk penguatan positif (positive reinforcement) berupa pengakuan verbal maupun non-verbal yang diberikan atas tindakan, usaha, atau hasil yang dicapai seseorang. Secara mendasar, pujian berfungsi sebagai sinyal sosial yang menandakan bahwa suatu perilaku dinilai positif, dihargai, dan bermakna.

Seringkali kita juga mendapatkan kritik atau saran dari seorang kolega, atau justru atasan. Kritik itu timbul karena ucapan atau perilaku kita tidak sejalan dengan yang dia rasakan. Biasanya terkait dengan selera atau cara. Kalau masalahnya mendasar, bukan lagi kritik, tetapi teguran.

Kritik merupakan umpan balik evaluatif (evaluative feedback) yang ditujukan pada tindakan, perilaku, pemikiran, atau hasil karya seseorang untuk menunjukkan adanya jarak antara realita saat ini dengan standar atau harapan yang diinginkan. Berbeda dengan pujian yang berfungsi sebagai penguat positif, kritik berfungsi sebagai sinyal korektif.

Bila kita telah melakukan kinerja, tanggapan dari orang lain merupakan proses untuk memutuskan sesuatu. Menyakiti hati orang lain memang mudah. Namun, pujian palsu pun tidak akan membantu. Tak jarang yang kita rasakan, kritik menjadi motivasi turun, atau malah seperti percikan api agar terbakar motivasinya.

Lebih baik, bila kita menanyakan kepada diri kita sendiri. Apa yang mesti kita lakukan sehubungan dengan penilaian orang lain. Mencari faktor-faktor mana yang harus dipertahankan atau bagian mana yang dieliminasi, adalah langkah yang elegan.

Menghadapi pujian maupun kritik memerlukan regulasi emosi dan kesadaran diri (self-awareness) yang matang. Prinsip dasarnya adalah memperlakukan keduanya sebagai data atau informasi dari luar, bukan sebagai penentu nilai diri (self-worth) Anda secara utuh.

​Kuncinya adalah menjadikan pujian sebagai penyemangat dan kritik sebagai bahan evaluasi, tanpa membiarkan salah satunya mengendalikan stabilitas emosi Anda.

Perhatikan kalimat beruntun berikut ini yang disadur dalam buku “The Decision Book”.

Perhatikanlah pikiran Anda, karena pikiran menjadi kata-kata

Perhatikanlah kata-kata Anda, karena kata-kata menjadi tindakan

Perhatikanlah tindakan Anda, karena tindakan menjadi kebiasaan

Perhatikalah kebiasaan Anda, karena kebiasaan menjadi karakter

Perhatikanlah karakter Anda, karena karakter menjadi nasib

Buku bacaan: "The Decision Book, Lima Puluh Pola Pemikiran Startegis", karya Mikael Krogerus dan Roman Tschappeler.

Posting Komentar untuk "Pujian dan Kritik"