Geometri Bukan Hitungan


sumber gambar : cintabunda.com

Apakah judul diatas benar? Tidak sepenuhnya benar, sekaligus juga tidak dominan salah. Dalam matematika cabang utamanya ada 4 bagian yaitu: Aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian). Aljabar yang simbolnya sering digunakan x dan y. Geometri lebih menekankan pada bentuk, ruang dan ukuran, serta Statistika dan peluang.

Bagi yang alergi terhadap hitung-menghitung, maka geometri menjadi penawar untuk sekedar intermezzo. Dalam matematika geometri itu tidak melulu hitungan, tapi membayangkan atau menginterpretasikan. Yang suka membayangkan pasti mahir terhadap pelajaran geometri. Membayangkan adalah suatu peristiwa saat pikiran melayang-layang tanpa pijakan. Transformasikan energy ilmu mengangan-angan untuk mewujudkan bahwa geometri itu gampang, semudah membayangkan.

Mengapa geometri sering dianggap bukan hitungan? Karena banyak menggunakan gambar (titik sudut, bangun). Kedua, karena lebih banyak memanfaatkan logika dan visualisasi. Ketiga, Terkadang menanyakan sifat atau karakteristik (sejajar, tegak lurus, sebangun)

Manusia purba, sebelum mengenal hitungan telah memanfaatkan benda-benda geometris. Dalam perkembangan berikutnya, mereka bahkan sudah membuat benda geometris. Untuk kehidupan sehari-hari, banyak digunakan benda geometris. Saat mempertahanan hidup yang harus dilakoni dengan berjibaku melawan alam, manusia mampu untuk mendesain tempat tinggal yang mirip kubus, membikin tombak yang ujungnya seperti kerucut. Juga mampu menyimpan air dalam batu yang berbentuk tabung. Jadi tidak salah, bila ada yang beranggapan bahwa geometri lebih dulu dimanfaatkan daripada hitungan. Hitungan terlahir saat manusia sudah mencapai peradaban tempat tinggal yang menetap.

Jadi mengapa geometri (ada juga yang mengatakan ilmu ukur) yang semestinya semudah membayangkan, kemudian kabur, hilang tak berkesan? Nah, supaya bayangan dapat diwujudkan atau divisualkan, maka dibuatlah alat bantu untuk memperagakan bentuk geometris. Pikiran akan digiring dengan benda yang realita, yang dapat diraba.

Bagi, pengajar yang malas menggunakan alat peraga, maka diciptakanlah software untuk membantu dari persepsi bayangan menjadi realitas. Sangat disayangkan bila guru hanya mampu menguasai aplikasi tertentu saja.

Software yang sekarang beredar sangat banyak. Ada yang berbayar ataupun gratis. Menggambar dengan tiga dimensi sangat membantu orang lain dapat memahami benda secara terperinci. Bahkan, software yang tersedia telah menghidangkan menu yang spesifik. Bahkan, saat ini telah dibantu dengan Artificial Intelegence yang dapat berbentuk seperti nyata. Anda seorang guru matematika, atau sebagai orangtua, program apa yang fasih digunakan untuk membantu anak memahami geometri?


Posting Komentar untuk "Geometri Bukan Hitungan"