Edi Peni Adi Luhung

Edi peni, Adi luhung adalah ungkapan dalam Bahasa Jawa yang artinya baik, bagus. Edi berarti cantik, istimewa atau luhur yang memanjakan mata sekaligus memiliki kualitas yang tinggi. Sedangkan peni berarti mungil, molek, atau sangat berharga karena detailnya.

Jika digabungkan, Edi Peni menggambarkan sebuah keindahan yang sempurna. Sesuatu yang tidak hanya bagus secara bentuk fisik, tetapi juga tertata dengan sangat rapi, halus, dan memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

Awalnya, masyarakat Jawa dikenal sebagai pencinta keindahan. Tidak heran bila dalam berbagai karya dan peninggalan leluhur, memiliki sisi keindahan, baik keindahan fisik maupun budaya yang mencerminkan keluhuran. Makanya, Adi luhung untuk menjelaskan kondisi yang sangat mulia, berkaitan dengan tindakan atau tingkah laku.

Keindahan bagi masyarakat Jawa adalah keindahan yang tidak boleh serampangan. Segala sesuatunya harus terlihat rapi. Sesuatu dikatakan Edi Peni jika memenuhi beberapa kriteria filosofis:

Larasing Gending (Keselarasan). Ada harmoni antara bentuk, warna, dan fungsi. Selaras berarti serasi, sesuai, atau sepadan. Kata ini menggambarkan keadaan yang harmonis, seirama, dan Bersatu tanpa adanya pertentangan. Seimbang antara berbagai elemen atau aspek.

Ririh dan Telaten. Keindahan ini lahir dari proses yang sabar. Ririh, rereh, ngati-ati, memiliki makna bertindak dengan tenang, terukur dan tidak grusa-grusu. Membatik kain yang edi peni membutuhkan ketelatenan ribuan titik canting.

Susila (Etika). Keindahan fisik harus mencerminkan keindahan budi pekerti. Maka, orang yang berpenampilan edi peni idealnya juga memiliki tutur kata yang manis (sopan). Kesusilaan adalah ilmu adab. Kesusilaan merupakan nilai atau norma yang mengatur pedoman tingkah laku manusia.

Dalam pergaulan sehari-hari, Edi Peni biasanya disandingkan dengan kata Adi Luhung. Perbedaannya tipis namun mendalam.

Edi Peni lebih condong pada aspek estetika visual (fisik yang tampak indah dan rapi).

Adi Luhung lebih condong pada aspek nilai luhur dan filosofis (bobot isi dan kualitas spiritualnya).

Secara singkat, Edi Peni adalah manifestasi dari prinsip "Memayu Hayuning Bawana", yaitu bagaimana manusia memperindah dunia melalui karya-karya yang tertata dan elok dipandang mata.

Dalam konteks pelestarian budaya, ada ungkapan: "Nguri-uri kabudayan Jawi kang edi peni lan adi luhung." Artinya, merawat kebudayaan Jawa yang indah secara fisik (seni/budaya) dan mulia secara nilai (filsafat/moral).

Bahan bacaan: “Pitutur Luhur Budaya Jawa” Prof. Gunawan Sumodiningrat, Ari Wulandari, SS, MA

Posting Komentar untuk "Edi Peni Adi Luhung"