Di
Indonesia Lembaga survey yang terkenal adalah yang terjun dalam dunia politik.
Dibanding yang lain, seperti ekonomi, budaya, tampaknya politik lebih banyak diakses.
Ada sekitar limapuluhan pranata survey yang terus bergerak mengikuti
perkembangan politik. Ada yang kredibilitasnya tinggi, dan tak sedikit
abal-abal, tergantung pesanan.
Moody's
Investors Service (sekarang sering disebut sebagai Moody's Ratings) adalah lembaga pemeringkat kredit
global yang fokus utamanya lebih terkonsentrasi dalam bidang ekonomi dan
keuangan. Tujuannya adalah menilai kelayakan kredit (creditworthiness)
dari entitas utang dan surat berharga.
Moody's
Investors Service yang didirikan
oleh John Moody pada tahun 1909, tak sendirian. Ada tiga pemain
besar di ranah survey, yang lebih dikenal dengan "The Big Three". Dua
rekan yang lain adalah Standard & Poor’s (S&P) dan Fitch
Ratings.
Tugas utama mereka adalah memberikan Credit
Rating (Peringkat Kredit), yaitu mensurvei dan menilai: "Seberapa
mampu dan seberapa niat sebuah negara atau perusahaan membayar kembali
utang-utangnya"
Selain
tugas utamanya, ternyata organisasi ini sejatinya bermanfaat. Membangkitakan sektor
ekonomi tak perlu diragukan lagi. Pengguna temuan datanya telah menyadarkan
perusahaan dari risiko keterpurukan. Data dan teknologi manajeman risiko
cenderung akurat. data tersebut digunakan untuk menganalisis proyeksi perkembangan
produktivitas. Fakta-fakta yang dirilis telah digunakan untuk mencari solusi
yang tepat ketika sebuah perusahaan atau negara mengalami masalah. Mereka juga menjual
perangkat lunak dan model matematika, agar
dinamika keuangan membaik.
Mereka juga bertindak sebagai lembaga
pendidikan bagi para profesional keuangan. Moody's menyelenggarakan pelatihan
tentang analisis kredit, manajemen risiko, dan standar akuntansi internasional
agar standar industri tetap terjaga. Jenis pelatihannya selalu up date, yang
menghasilkan kaum professional.
Di era modern, investor tidak hanya melihat
keuntungan uang, tapi juga dampak lingkungan. Moody’s kini memiliki tugas
khusus untuk menilai seberapa "hijau" dan etis sebuah perusahaan. Menilai
apakah perusahaan merusak lingkungan atau memiliki manajemen yang korup. Memberikan
sertifikasi pada surat utang yang dananya digunakan khusus untuk proyek ramah
lingkungan.
Sebagai informasi tambahan, per Februari 2026,
Moody's baru saja menyesuaikan outlook (proyeksi masa depan) Indonesia
menjadi Negatif, meskipun peringkatnya mengkhawatirkan. Hal ini dipicu oleh
kekhawatiran mereka terhadap ketidakpastian kebijakan fiskal dan tata kelola
baru (seperti pembentukan entitas Danantara).
Sumber bacaan: https: https://gemini.google.com/app/2cf7cae7e65a0206

Posting Komentar untuk "Ketika Reputasimu Dinilai Survey"