Turbulensi

 

Dua orang fisikawan yang berjasa dalam bidang teknologi antara lain Blaise Pascal dan Archimedes. Salah satu dari penemuanya yaitu mekanika fluida. Karena prinsip-prinsip mekanika fluida terkait erat dengan turbulensi, yaitu peristiwa yang sangat dihindari dalam dunia penerbangan.

Contoh turbulensi dapat ditemukan dengan mudah, seperti saat menuang air dari ketinggian, asap rokok yang bergerak tidak teratur, atau angin kencang di sekitar bangunan tinggi. Fenomena ini menunjukkan bahwa turbulensi tidak hanya terjadi pada skala besar, tetapi juga pada skala kecil di sekitar kita.

Turbulensi adalah kondisi aliran fluida (zat cair atau gas) yang tidak teratur, berfluktuasi, dan bergerak secara acak. Aliran turbulen ditandai oleh perubahan kecepatan dan arah aliran yang cepat serta adanya pusaran-pusaran kecil.

Pesawat terbang yang mengalami turbulensi sejatinya akibat dari mekanika fluida. Kata teori Pascal mengatakan bahwa tekanan yang diberikan pada fluida tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan besaran yang sama. Peristiwa ini terjadi pada zat cair dan gas. Turbulensi ini disebabkan oleh perbedaan tekanan, suhu, atau kecepatan angin di atmosfer. Meski dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi penumpang, turbulensi umumnya tidak berbahaya karena pesawat modern dirancang untuk menahannya. Pilot dan sistem navigasi juga dilengkapi teknologi untuk mendeteksi dan menghindari daerah turbulen.

  1. Turbulensi dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
  2. Kecepatan aliran tinggi, misalnya pada air terjun atau aliran sungai deras.
  3. Permukaan tidak rata, seperti dasar sungai berbatu atau sayap pesawat.
  4. Perubahan mendadak bentuk saluran, misalnya penyempitan pipa.
  5. Gangguan dari luar, seperti perubahan tekanan atau suhu.

Perlu untuk mewaspadai gejala-gejala berikut. Karena dapat terjadi sewaktu-waktu dan dalam skala besar.

  • Tidak teratur (irregular). Pola alirannya sulit diprediksi.
  • Fluktuasi kecepatan dan tekanan. Kecepatan dan tekanan fluida berubah-ubah dari waktu ke waktu.
  • Pencampuran kuat. Turbulensi menyebabkan pencampuran partikel fluida secara intensif.
  • Energi kinetik besar. Energi dalam aliran turbulen lebih tinggi dibandingkan aliran laminar.
  • Adanya pusaran (vorteks). Berbagai ukuran pusaran muncul dan saling berinteraksi.

Posting Komentar untuk "Turbulensi"