Bawang: Tiga Bersaudara

 

Bawang merupakan sayuran rempah yang meskipun bukan asli Indonesia, namun penggunaannya sebagai bumbu pelezat makanan sungguh lekat dengan lidah. Boleh dikata, tiada hari tanpa bawang. Beli tikar satu lembar. Memasak tanpa bawang terasa hambar.

Bawang Putih

Tahun 1665, di Inggris dilanda pandemi berupa sampar (pes) yang sangat hebat. Ribuan penduduknya meninggal dunia dan ribuan yang lain terpaksa mendapatkan perawatan yang intensif. Dari sekian banyak penduduk yang meregang nyawa, ada satu keluarga yang tidak terdampak. Setelah diselidiki, ternyata dalam rumah tersebut ditemukan beberapa bawang putih sebagai bumbu masakan. Rumah tersebut dijuluki God’s Provident House yang sering dijuluki the Turdor House.

Legenda dibuat agar seakan-akan barang tersebut termasuk memiliki tuah. Tak bedanya dengan bawang. Di Mesir, bawang putih ditemukan di makam Firaun Tutankhamun  yang terkenal, diyakini untuk melindungi di alam baka. Di Tiongkok dan Filipina, terdapat kisah tentang orang-orang yang menggunakan bawang putih untuk mengusir vampir. 

Bawang merupakan jenis tumbuhan dalam keluarga Amaryllidaceae, genus Allium. Ia ditanam terutamanya kerana umbi (bulb) yang tumbuh di bawah tanah dan digunakan sebagai makanan serta obat tradisional.

Bawang Merah.

Tanaman ini diduga berasal dari dari Asia Tengah, yaitu sekitar India, Pakistan sampai Palestina. Bawang merah diduga sudah dikenal lebih dari 5000 tahun yang lalu. 3200 tahun sebelum kelahiran nabi Isa al Masih lahir, di Mesir kuno telah banyak menggunakan bawang merah untuk pengobatan.

Di dataran Eropa, termasuk terlambat mengenal bawang merah. Ada yang menduga sekitar abad ke-8 setelah kelahiran Isa al Masih baru mulai menyebar ke Eropa, mulai dari Eropa Barat, Eropa Timur sampai Spanyol. Orang Inggris menyebut nama bawang merah dengan shallot. Orang Belanda menyebut Syalot, dan orang Jerman menjuluki eschlaunc.

Bawang Bombay

Bawang Bombay (Allium cepa). Dari kacamata botani dan kuliner, bawang bombay adalah varietas yang sangat menarik karena memiliki karakteristik fisik dan kimiawi yang cukup berbeda dari kerabat dekatnya, bawang merah dan bawang putih.

Nama "Bombay" di Indonesia disematkan karena dahulu bawang ini banyak dibawa oleh para pedagang dari kota Bombay (sekarang Mumbai), India. Namun secara asal-usul, tumbuhan ini diperkirakan berasal dari Asia Tengah.

Dibanding dua saudara yang lain, bawang Bombay masih kalah pamor, terutama di Indonesia. Masih banyak orang yang belum mengenal dan memanfaatkan bawang Bombay, karena masih digunakan dalam lingkungan terbatas.

Karakteristik ketiga bawang

Khasiat ketiga bawang di atas, memiliki persamaan.

  • Menurunkan Tekanan Darah (Hipertensi). Alisin merangsang produksi nitrat oksida pada dinding pembuluh darah.
  • Mengontrol Kolesterol. Konsumsi bawang putih secara rutin terbukti dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
  • Meredakan Flu dan Batuk. Senyawa sulfur di dalamnya membantu memperkuat sel-sel imun untuk melawan virus penyebab masuk angin atau flu, serta membantu mengencerkan dahak di saluran pernapasan.
  • Mengontrol Kadar Gula Darah. Bagi penderita diabetes atau prediabetes, bawang putih dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap hormon insulin, sehingga membantu mengatur dan menstabilkan kadar gula dalam darah.

Sumber bacaan: “Budi Dayang Bawang” karya Singgih Wibowo


Posting Komentar untuk "Bawang: Tiga Bersaudara"