“Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan kamu,
maka diperkenankan-Nya bagi kami. Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bentuan
kepada kamu seribu malaikat yang datang berturut-turut” (al
Anfal: 9)
Apabila
ditanya, baik kaum Muslimin maupun Musyrikin tentang perang, Mereka akan
sepakat menjawab “tidak”. Perang hanya akan membawa kesengsaraan, meninggalkan
luka selamanya, dan menimbulkan trauma untuk jangka waktu yang lama.
Dalam
taksir “Al Misbah” karya M. Quraish Shihab” pada surat al Anfal: 9
menuliskan saat sebelum perang Badr berkecamuk. Sahabat-sahabat beliau enggan
untuk maju berperang. Namun Allah memberi support kepada Rasul dan para
sahabatnya, untuk mengingat kembali ketika memohon pertolongan kepada Allah,
yaitu ketika memasuki wilayah Badr.
Saat
Rasulullah saw melihat pasukan Musyrikin yang berjumlah ribuan, dan melihat
bala tentaranya yang hanya tiga ratusan, mana Rasul menghadap kiblat seraya
berdoa “Ya Allah, penuhilah apa yang Engkau janjikan padauk, penuhilah apa
yang Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah jika Engkau membinasakan kelompok umat
Islam ini, Engkau tidak lagi di sembah lagi di Bumi”
Beliau
terus berdoa sambil mengulurkan tangannya sehingga sorbannya jatuh dari
bahunya. Abu Bakar ra. mendatangi beliau dan mengambil sorban tersebut,
kemudian meletakkan di bahu beliau lalu berdiri di hadapannya dan berkata “Cukuplah
permohonanmu kepada Tuhanmu. Karena sesungguhnya Dia akan memenuhi janjinya
kepadamu”.
Sebagai
gambaran perbandingan kekuatan laskar Muslimin dan Quraisy
|
Perbandingan |
Muslimin |
Quraisy |
|
Jumlah
personel |
Sekitar
313 |
Sekitar
1.000 |
|
Kaveleri
(kuda) |
2
ekor |
100
ekor |
|
Unta |
70 |
170 |
Pasukan kaum muslimin dipimpin langsung oleh
Nabi Muhammad SAW. Dari sekitar 313 orang tersebut, terdiri dari kaum Muhajirin
sekitar 82-83 orang dan kaum Ansar (Khazraj dan Aus) sekitar 231 orang.
Berita
tentang dukungan malaikat disambut gembira, dan membangkitkan semangat untuk
bertempur. Meskipun armada yang dimiliki hanya tigaratusan, tapi di mata
Quraish terlihat ribuan orang.
Namun
Allah mengingatkan bahwa kehadiran malaikat bukan merupakan sebab dari satu
kemenangan. Allah tidak menjanjikan pemberian bantuan itu, melainkan kabar
gembira untuk kaum Muslimin kapan dan dimanapun kamu berada.
Allah
menyampaikan janji bantuan itu agar tenteram karenanya hati kamu mendengar akan
adanya bersama kamu malaikat yang banyak sehingga kamu dapat tampil berperang
dengan semangat berkobar dan hati yang mantap.

Posting Komentar untuk "Siapapun tak menghendaki Perang"