“Maha suci Allah yang menguasai (segala)
kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS Al
Mulk: 1)
Al Mulk
artinya kerajaan. Al Mulk berasal dari kata kerja Malaka – yamliku – mulkan
-malakah – mamlakah – berarti memiliki, menguasai, memerintah. Sedangkan al
Malik artinya raja atau yang menguasai.
Hanya
Allah saja yang menjadi raja. Bumi dan langit dengan segala isinya adalah
kerajaan atau kekuasaan-Nya. Jagat raya ini berjalan dengan sangat baik,
tertib, dan sempurna. Tiada cacat sedikitpun di dalamnya. Makhluk dengan
beragam jenis dan jumlahnya, semua tunduk kepada-Nya. Semua memmeroleh makanan
serta dapat hidup harmonis dan berkesinambungan.
Tujuh
langit yang berlapis-lapis jangan dipahami sebagai adanya lapisan-lapisan yang
ada di langit. Tujuh langit harus dipahami sebagai jumlah yang sangat banyak
dan tak berhingga. Bertingkat-tingkat, artinya jaraknya berbeda-beda. Ada yang
dekat ada yang jauh. Langit yang dekat dimaksudkan dengan bumi dan tata
surya.
Dalam ayat
yang lain ditegaskan agar manusia untuk mengamati dan meneliti alam raya. Alam
yang demikian luas ini diperuntukkan untuk kehidupan makhluknya. Manusia dan
juga makhluk lainnya untuk berdampingan dalam menjalani kehidupan. Tidak
diperkenankan sewenang-wenang, harus menjaga keseimbangan. Karena semuanya
sudah diatur oleh sang raja, pemilik kehidupan ini.
Tidak
banyak yang memperhatikan dan merenungkan kesempurnaan ciptaan Allah. Hanya
orang yang berakal yang mampu memahami. Siapa sebenarnya orang-orang yang
berakal? Dalam sebuah riwayat dari ‘Aisyah dijelaskan bahwa suatu waktu,
selepas melaksanakan shalat malam, Nabi Muhammad saw duduk memuji Allah,
bertasbih sambal menangis. Bilal datang untuk mengumandangkan adzan subuh dan
melihat Nabi menangis.
Bertanyalah
Bilal kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis?”
Nabi
menjawab “Apakah saya ini bukan hamba yang pantas bersyukurkepada Allah?
Bagaimana saya tidak menangis pada malam ini, Allah telah menurunkan ayat
kepadaku… (Rasul membacakan ayat yang baru saja turun) Alangkah rugi dan
celaka orang-orang yang membaca ayat ini tetapi tidak memikirkan dan menerapkan
kandungannya”.
Benarlah
apa yang dilakukan Rasulullah. Sahabat Jabir meriwayatkan “Rasulullah tidak
tidur sebelum membaca surat As Sajdah dan Al Mulk”.
Dalam riwayat yang lain, kelebihan surat Al Mulk, bila dibaca sebelum tidur akan menghindari orang yang mengamalkannya dari siksa kubur dan memberi banyak kebaikan.

Posting Komentar untuk "Kerajaan"