Akibat
dari mengabaikan batasan maka yang akan dijumpai rasa kewalahan. Sibuk menerima
permintaan orang lain. Bahkan, tak ada waktu untuk kebutuhan dirinya sendiri.
Melalaikan tugas kita yang harus dituntaskan. Akibatnya, kita merasa cemas. Merasa
dimanfaatkan orang lain, jengkel, sebal dan getir.
Tanda-tanda
kalau kita menetapkan batasan adalah
Kita
merasa kewalahan
Kita
gemas pada orang yang meminta bantuan kita.
Engan
menerima panggilan telepon
Merasa
letih lahir batin
Untuk
itu kita harus menentukan batasan bila bersentuhan dengan:
Fisik.
Ruang pribadi dan sentuhan fisik adalah batasan fisik kita. Ruang fisik kita
adalah ukuran batasan tubuh kita. Jangan sampai terjadi kekerasan fisik,
memaksa memeluk, mencium, berdiri terlalu dekat, berpegangan tangan di depan
umum, bahkan membaca buku harian.
Katakan
dengan tutur kata yang halus, misalnya:
"saya
lebih suka berjabat tangan, daripada berpelukan".
"Bisa
mundur sedikit?"
Seksual.
Sebagai
orang timur dan bangsa yang religius, tentu sangat paham terhadap aktivitas
seksual. Kita dilarang menyentuh tubuh siapa pun tanpa persetujuannya, dan
anak-anak tidak akan pernah memperbolehkan tubuhnya menjadi obyek tindakan
seksual. Lebih baik kita katakan
"Jangan
menyentuh kaki saya".
"Komentarmu
tidak lucu, sangat tidak pantas".
Intelektual.
Batasan
intelektual mengacu pada pemikiran dan ide kita. Kita bebas berpendapat tentang
apapun yang kita inginkan. Namun ada batasan tertentu dengan memperhatikan
pantas dan tidak pantas. Contoh batasan intelektual
"Itu
lelucon jahat, saya tersinggung".
"Anda
boleh tidak setuju, tapi tidak perlu bersikap seperti orang jahat atau
kasar".
Emosional.
Ketika
kita mengungkapkan perasaan, wajar saja kita jika kita mengharapkan orang lain
mendukung kita. Namun, ada sebagian orang yang tersulut emosinya. Ada orang yang
tidak setuju dengan pendapat kita. Selalu ada celah untuk lolos dari keinginan
kita. Sebaiknya katakana saja
"Saya
tidak nyaman membicarakan topik ini".
"Saya
perlu waktu untuk menengani perasan saya. Jangan menyuruh tergesa-gesa".
Materi.
Kepemilikan
menjadi penting, manakala yang berhubungan erat dengan kehartabendaan. Milik
kita adalah milik kita. Bila ada orang lain untuk mempergunakan, itu adalah
pilihan kita. Kita berhak untuk membolehkan atau melarang. Sebagai contoh:
"Saya
tidak bisa meminjamkan mobil akhir pekan".
Saya
tidak bisa meminjamkan uang".
Waktu
Waktu.
Waktu adalah batasan yang paling merepotkan. Batasan waktu menyangkut bagaimana
kita mengatur kita, bagaimana mengijinkan orang lain menggunakan waktu kita,
dan bagaimana menyikapi permintaan bantuan. Memberi waktu kepada orang lain
termasuk melanggar batasan waktu yang kita miliki. Contoh
"Saya
tidak dapat tidur terlalu malam hari ini".
"Saya
tidak dapat membantumu akhir pekan ini".
"Saya
tidak dapat datang ke acara ulang tahunmu pekan depan".
Bahan
bacaan: “Set Boundaries agar Hidup Kita Tenang” Karya Nedra Glover Tawab

Posting Komentar untuk "Kita butuh batasan"