Ingatan

 

Setiap orang pasti mengalami lupa. Lupa adalah manusiawi, karena kemampuan mengingat yang tersimpan dalam otak. Lupa bukan selalu berarti "rusaknya" otak. Seringkali, lupa adalah cara otak melakukan efisiensi. Karena otak membuang informasi yang dianggap tidak relevan agar tidak terjadi kelebihan beban (information overload). Kadang kita lupa bukan karena datanya hilang, tapi karena "jalur" menuju data tersebut tertimbun oleh informasi baru.

Agar tidak lupa, perlu adanya langkah untuk menemukan jejak dari pengalaman yang disimpan oleh otak. Informasi yang tersimpan dalam otak dapat dimanfaatkan lagi untuk saat ini dan masa depan. Tanpa ingatan, kita tidak akan memiliki identitas, tidak bisa belajar dari kesalahan, dan setiap detik dalam hidup akan terasa seperti baru pertama kali terjadi.

Untuk menampilkan kembali pengalaman masa lalu yang akan digunakan, ingatan memiliki tugas berdasarkan jenis tugasnya. Berikut beberapa jenis ingatan antara lain:

Ingatan Sensori.

Ingatan sensori adalah tahap awal dari sebuah sistem ingatan kita. Ibaratnya adalah pintu masuk. Semua informasi ditangkap oleh panca indera (mata, telinga, hidung, lidah dan kulit), sebelum diproses oleh otak.

Karakteristiknya: kapasitasnya sangat besar dan dapat menampung semua informasi, durasi penerimaan sangat singkat karena dalam hitungan detik atau bahkan lebih cepat.  

Ingatan Jangka Pendek

Ingatan jangka pendek atau short-term memory (STM) sebagai penyimpanan informasi sementara yang sedang kita pikirkan saat ini. Bila ingatan sensori adalah pintu masuk, maka ingatan jangka pendek adalah ruang pertama dimasuki. Di sinilah otak mengolah informasi sebelum memutuskan untuk disimpan atau dibuang.

Karakteristiknya: kapasitas otak untuk mengingat terbatas, rentang waktu singkat (15 hingga 30 detik), Ingatan jangka pendek berfungsi sebagai penyaring. Hanya informasi yang kita beri perhatian khusus atau kita ulang-ulang (rehearsal) yang akan dikirim ke "gudang" ingatan jangka panjang.

Ingatan Jangka Panjang

Ingatan jangka panjang (long-term memory) adalah sistem penyimpanan di otak yang bertugas menyimpan informasi, pengalaman, dan keterampilan dalam waktu yang sangat lama. Rentang waktunya dapat sehari, sebulan atau bahkan seumur hidup.

Ingatan jangka panjang bersifat konstruktif. Artinya, setiap kali mengingat sesuatu, otak sedang menyusun ulang bagian-bagian informasi. Inilah mengapa ingatan seseorang tentang suatu kejadian dapat sedikit berubah seiring berjalannya waktu.

Karakteristiknya: Durasi waktu relative permanen dan stabil. Secara teori tidak memiliki kapasitas, karena memori mampu menyimpan dalam jumlah yang banyak. Informasi tidak langsung menjadi ingatan jangka panjang. Ada proses yang disebut Konsolidasi, yaitu perpindahan informasi dari ingatan jangka pendek ke jangka panjang.

Ingatan prosedural

Ada juga ingatan yang tidak bergantung waktu, yaitu ingatan prosedural. Ingatan ini lebih berkaitan dengan cara melakukan sesuatu. Contohnya, cara membuat pakaian, cara menyusun buku di almari, atau cara merakit sepeda.

Ingatan prosedural adalah bagian dari ingatan jangka panjang. Ini adalah ingatan tentang keterampilan motorik, kebiasaan, dan prosedur fisik yang kita lakukan secara otomatis tanpa harus memikirkannya secara sadar.

Karakteristiknya: Sering disebut muscle memory (ingatan otot), karena hanya dilakukan secara berulang-ulang. Sulit diungkapkan dengan kata-kata dan bersifat implisit. Ingatan ini yang paling tangguh. Ia jauh lebih sulit hilang dibanding ingatan tentang nama atau tanggal.  

Sumber bacaan

1.     “Seni Melatih Ingatan” karya William Andromeda

2.     https://gemini.google.com dengan prompt terkait

Posting Komentar untuk "Ingatan"