Sakaratul Maut (2)

“Ajarilah orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat la ilaha illahhah”

(HR Imam Muslim)

Ada beberapa kejadian sewaktu sakaratul maut yang perlu kita ketahui bersama.

Saat sakaratul maut, Malaikat akan datang didekat kepala orang yang akan meninggal. Ada berbagai macam versi saat Malaikat menemuinya. Malaikat akan tersenyum. Ini menandakan bahwa orang yang akan meninggal dekat dengan Allah dan rasulNya. Dalam hidupnya, orang tersebut sangat bergantung kepada Allah. 

Nyawa orang mukmin akan keluar dengan mudah, mengalir begitu saja. Seperti mencabut rambut dari tepung. Tidak ada rasa sakit sedikitpun. Ia tersenyum karena akan berjumpa dengan kekasihNya. Ia akan bersuka ria, menuju dunia yang abadi. 

Di saat nyawa keluar, orang mu’min memuji Allah dan Rasul-Nya. Malaikat memberi kabar gembira bahwa dia akan mendapatkan ampunan dan ridha Allah. Tunai sudah imbalan yang ia lakukan saat di dunia. 

Apa yang harus kita lakukan, disaat ada orang yang mengalami sakaratul maut. Dr. Musthafa al Khin, dalam kitabnya al Fiqhul Manhaji menyebutkan ada empath al yang semestinya dilakukan seseorang terhadap anggota keluarga, saat sedang mengalami naza’, atau sakaratul maut.

Pertama menidurmiringkan.

Orang tersebut, pada sisi badan sebelah kanan, diposisikan menghadap ke kiblat. Bila hal ini dirasa susah, maka menelentangkannya dengan posisi kepala diangkat sedikit, sehingga wajahnya menghadap kea rah kiblat.

Kedua dibimbing untuk talqin

Orang sedang menghadapi ajal, disunahkan membimbing dengan kalimat syahadat dengan cara yang halus. Mentalqin dengan cara berulang-ulang. Rasulullah SAW bersabda:

"Talqin-kanlah (tuntunlah) orang yang akan meninggal di antara kalian dengan kalimat La ilaha illallah." (HR. Muslim). Tujuannya satu, agar kalimat suci itu menjadi kata terakhir yang keluar dari mulutnya, sehingga ia dijamin surga.

Ketiga disunahkan membaca surat yasin

Keempat berbaik sangka.

Orang yang sedang mengalami sakit dan merasakan adanya tanda-tanda kematian, ia dianjurkan untuk berbaik sangka kepada Allah. Dalam keadaan seperti ini yang terbaik ia lakukan adalah membuang jauh-jauh bayangan dosa dan kemaksiatan yang ia perbuat. Sangat dianjurkan untuk membayangkan bahwa Allah akan menerimanya dan mengampuni semua dosa-dosanya.

Posting Komentar untuk "Sakaratul Maut (2)"