“Ajarilah
orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat la ilaha illahhah”
(HR Imam
Muslim)
Ada beberapa kejadian sewaktu
sakaratul maut yang perlu kita ketahui bersama.
Saat sakaratul maut,
Malaikat akan datang didekat kepala orang yang akan meninggal. Ada berbagai
macam versi saat Malaikat menemuinya. Malaikat akan tersenyum. Ini menandakan
bahwa orang yang akan meninggal dekat dengan Allah dan rasulNya. Dalam
hidupnya, orang tersebut sangat bergantung kepada Allah.
Nyawa orang mukmin akan keluar
dengan mudah, mengalir begitu saja. Seperti mencabut rambut dari tepung. Tidak
ada rasa sakit sedikitpun. Ia tersenyum karena akan berjumpa dengan kekasihNya.
Ia akan bersuka ria, menuju dunia yang abadi.
Di saat nyawa keluar, orang
mu’min memuji Allah dan Rasul-Nya. Malaikat memberi kabar gembira bahwa dia
akan mendapatkan ampunan dan ridha Allah. Tunai sudah imbalan yang ia lakukan
saat di dunia.
Apa yang harus kita lakukan,
disaat ada orang yang mengalami sakaratul maut. Dr. Musthafa al Khin,
dalam kitabnya al Fiqhul Manhaji menyebutkan ada empath al yang
semestinya dilakukan seseorang terhadap anggota keluarga, saat sedang mengalami
naza’, atau sakaratul maut.
Pertama menidurmiringkan.
Orang tersebut, pada sisi badan
sebelah kanan, diposisikan menghadap ke kiblat. Bila hal ini dirasa susah, maka
menelentangkannya dengan posisi kepala diangkat sedikit, sehingga wajahnya
menghadap kea rah kiblat.
Kedua dibimbing untuk talqin
Orang sedang menghadapi ajal,
disunahkan membimbing dengan kalimat syahadat dengan cara yang halus. Mentalqin
dengan cara berulang-ulang. Rasulullah SAW bersabda:
"Talqin-kanlah (tuntunlah) orang
yang akan meninggal di antara kalian dengan kalimat La ilaha illallah."
(HR. Muslim). Tujuannya satu, agar kalimat suci itu menjadi kata terakhir yang
keluar dari mulutnya, sehingga ia dijamin surga.
Ketiga disunahkan membaca surat yasin
Keempat berbaik sangka.
Orang yang sedang mengalami sakit dan
merasakan adanya tanda-tanda kematian, ia dianjurkan untuk berbaik sangka
kepada Allah. Dalam keadaan seperti ini yang terbaik ia lakukan adalah membuang
jauh-jauh bayangan dosa dan kemaksiatan yang ia perbuat. Sangat dianjurkan
untuk membayangkan bahwa Allah akan menerimanya dan mengampuni semua
dosa-dosanya.

Posting Komentar untuk "Sakaratul Maut (2)"