Secara singkat, penyakit autoimun adalah
kondisi ketika sistem kekebalan tubuh (imun) yang seharusnya berfungsi sebagai
"benteng pertahanan" untuk melawan musuh (seperti virus dan bakteri),
justru keliru dan menyerang sel-sel tubuh yang sehat.
Penyebab terjadinya aoutoimun karena
Faktor genetik, artinya kita memeroleh penyakit itu dari orang tua kita. Uniknya tidak semua generasi secara otomatis mendapatkan penyakit ini. Siapa yang menurunkan? Orang tua, kakek-nenek, atau yang lebih di atasnya lagi.
Faktor leaky gut atau sindrom usus bocor. Gut adalah sistem pencernaan yang dimulai dari kerongkongan sampai ke lubang pembuangan. Akibatnya bakteri, toksin, dan partikel makanan yang tidak dapat dicerna dengan baik dapat merembes dan masuk ke dalam aliran darah.
Faktor Environmental triggers, yaitu
faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan
memicu perkembangan atau flare up (memburuk secara tiba-tiba) penyakit
autoimun pada individu yang rentan. Pemicu ini bukan berasal dari tubuh,
melainkan dari lingkungan sekitar. Mereka dapat menganggu fungsi normal sistem
kekebalan tubuh dan menyebabkan tubuh mulai menyerang sel-sel sehat, yang
menjadi ciri utama dari penyakit autoimun.
Setiap penyakit pasti ada obatnya. Obat
yang paling mujarab adalah tubuh kita sendiri. Agar autoimun tersingkir dari
tubuh maka yang mesti dilakukan adalah menghindari makanan yang mengandung
gluten, biji-bijian, karbohidrat, gula, susu, telur, kentang, terong dan kopi.
Ganti makanan itu dengan makanan sejenis sayaran rendah karbohidrat, gading
dari hewan yang diberi makan rumput, kaldu tulang, dan biji rami.
Perbaiki lapisan gut yang rusak dengan suplemen seperti glutamin, vitamin D3, glutathione, probiotik, omega-3 dan serat. Selain menghindari dan mengkonsumsi jenis makanan di atas, tentu doa.
Bahan bacaan: “Niken. Saya bukan Dokter”
karya Niken Tantyo Sudharmono

Posting Komentar untuk "Autoimun"