Radio: Tambatan Hati Rakyat

Tak ada Hertz, tak ada radio. Adalah Heinrich Rudolf Hertz, yang memberikan kontribusi besar pada bidang elektromagnetisme, khususnya penemuan gelombang radio pada tahun 1888. Hertz bersama dengan James Clerk Mazwell menemukan gelombang radio yang merambat dalam bentuk bulatan. Sama seperti kita menjatuhkan sesuatu di atas permukaan air, yang menghasilan gelombang air dan membentuk bulatan. Itulah gambaran bagaimana gelombang radio merambat.

Apakah model gelombang seperti air, seketika menjadi sebuah radio? Tentu tidak. Perjalanan panjang, penuh dengan eksperimen. Di tahun 1896, Guglielmo Marconi, memanfaatkan penemuan gelombang, dan dikembangkan menjadi sistem komunikasi melalui gelombang radio. Saat itu, penemuannya hanya sampai pada mengirimkan gelombang radio secara nyala dan mati (on-off).

Pencapaian terbesar ketika ia berhasil mengirimkan sinyal radio pertama melintasi Samudra Atlantik, dari Inggris ke Newfoundland. Hasil temuan membuka cakrawalu baru, bahwa gelombang radio dapat digunakan untuk komunikasi jarak jauh, tidak terbatas oleh kurva bumi.

Penyelamatan 700 penumpang Titanic juga atas peran dari ditemukannya gelombang radio. Lahirnya SOS (Save Our Soul) merupakan efek dari gelombang radio. SOS juga sering untuk kode Save Our Ship. Dalam realita SOS menjelma menjadi sebuah kode untuk meminta bantuan baik di laut, di darat maupun udara.

Saat itu radio hanya digunakan sebatas komunikasi. Manfaat secara ekonomi masih terabaikan. Namun demikian, masyarakat sangat antusias menerima kehadirannya. Terbukti ada sekitar setengah juta orang yang dengan rela merogoh kocek untuk menggunakan radio.

Tahun 1912 siaran radio baru dapat mengudara, berkat jasa Charles Herrold. Sistem nirkabel Marconi menjadi fondasi bagi perkembangan industri siaran radio, yang kemudian menjadi media massa utama untuk berita, hiburan, dan musik di seluruh dunia.

Radio, kemudian menemui masa keemasan sebelum Perang Dunia II. Ketika itu, radio adalah wahana informasi, hiburan sekaligus teman. Disaat yang sama, muncullah stasiun radio komersial. Mereka seakan berlomba memberikan hiburan kepada pendengar. Belum memanfaatkan temuan teknologi lainnya, seperti misalnya piringan hitam. Radio masih mengandalkan siaran langsung dari studio.

Gelombang radio terus mengalami evolusi. Tahun 1930 memasuki masa penting. Telah ditemukan Frequency Modulation (FM). FM adalah sistem yang menghasilkan kualitas suara yang jernih dan bebas gangguan. Baru kemudian tahun 1960 FM digunakan secara komersial. Radio FM (Frequency Modulation) adalah teknologi yang sangat dominan dalam penyiaran radio modern, terutama karena memiliki keunggulan signifikan dibandingkan pendahulunya, yaitu radio AM (Amplitude Modulation). Keunggulan FM antara lain:

mampu mereproduksi rentang frekuensi audio yang jauh lebih luas (biasanya 50 Hz hingga 15 kHz) dibandingkan AM.

Bandwidth lebih lebar, digunakan FM sehingga memungkinkan penggabungan dua saluran audio (kiri dan kanan) pada satu gelombang pembawa. Hal ini menghasilkan pengalaman mendengarkan stereo yang mendalam, sangat penting untuk siaran musik.

Bahan bacaan: “Komunikasi, Regulasi dan Penyiaran” karya Muhammad Mufid, M.Si. 

Posting Komentar untuk "Radio: Tambatan Hati Rakyat"