Civilisation

Sekitar tahun 1756, dua pemikir Prancis Victor de Riqueti dan Marquis de Mirabeau, dianggap sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan istilah civilisation. Saat itu dipakai untuk menggambarkan proses menjadikan masyarakat lebih halus, tertib dan berbudaya (kebalikan dari liar, barbar).

Tahun 1780-an, yang sejalan dengan zaman pencerahan (Enlighenment), di Inggris, istilah itu disetarakan dengan tingkat kemajuan sosial, sadar hukum, pengenalan ilmu pengetahuan dan moral serta budaya. Misalnya Adam Ferguson mengartikan civilisation sebagai tahapan perkembangan masyarakat. Ia menggambarkan bahwa proses historis dari barbarisme menuju masyarakat yang kompleks. Adapun William Robertson memperkenalkan dalam dunia akademik, terutama di kalangan sejarawan dan akademik Inggris.

Dikalangan antropolog, civilization (peradaban) adalah konsep yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kompleksitas dan kemajuan dalam kehidupan manusia, terutama dalam cara manusia mengatur masyarakat, memproduksi kebudayaan, dan berhubungan dengan lingkungannya.

Antropolog melihat peradaban bukan sebagai ukuran superioritas suatu bangsa, melainkan sebagai bentuk adaptasi manusia terhadap lingkungan dan tantangan hidupnya. Civilisation yang memiliki arti civis (warga kota) dan civitas (kota), merupakan masyarakat yang telah berkembang secara kompleks, dengan kemajuan sistem sosial, ekonomi, politik dan budaya yang terorganisir.

Peradaban bukan sekadar “maju secara teknologi”, tetapi mencakup cara hidup yang terstruktur dan berkelanjutan. Karenanya untuk mengetahui sebuah peradaban dapat diukur dari ciri-cirinya.

1. Permukiman tetap. Manusia hidup menetap (tidak nomaden), biasanya dalam bentuk desa atau kota, yang memungkinkan pertumbuhan penduduk dan pembagian kerja.

2. Sistem ekonomi terorganisir. Ada kegiatan produksi (pertanian, kerajinan, jasa), distribusi, dan pertukaran barang ataupun non barang

3. Stratifikasi sosial. Meskipun manusia modern berusaha untuk memangkas strata sosial, namun pada perkembangannya manusia tak luput dari kompetisi dan akibat dari spesialisasi pekerjaan. Masyarakat terbagi dalam lapisan-lapisan sosial (misalnya pemimpin, rohaniawan, pedagang, petani), yang masing-masing memiliki peran berbeda.

4. Pemerintahan dan hukum. Terdapat sistem kekuasaan, aturan, dan hukum untuk mengatur kehidupan bersama dan menyelesaikan konflik.

5. Sistem kepercayaan dan nilai. Peradaban memiliki agama, kepercayaan, mitos, atau pandangan hidup yang memberi makna. Tradisi turut memengaruhi orang percaya kepada sesuatu yang dikagumi.

6. Bahasa dan tulisan. Manusia modern memiliki karakter literasi. Banyak peradaban memiliki sistem tulisan untuk mencatat sejarah, hukum, dan pengetahuan.

sumber bacaan: https://www.tempo.co/info-tempo/suara-indonesia-untuk-dunia-yang-adil-dan-beradab-1985434


Posting Komentar untuk "Civilisation"